22 Kelompok HAM Tekan Bahrain Bebaskan Aktivis Nabeel Rajab

Supporters of jailed Bahraini human rights activist Nabeel Rajab hold up a banner demanding his freedom Sunday, May 6, 2012, in the northwestern village of Bani Jamra, Bahrain. A couple hundred people gathered outside Rajab's home, protesting his arrest Saturday night on, according to an Interior Ministry statement, "suspicion of committing several punishable crimes." (AP Photo/Hasan Jamali)

Kamis, 15 September 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, MANAMA – Dua puluh dua kelompok hak asasi manusia telah menulis untuk 50 negara, meminta mereka untuk menekan Bahrain agar membebaskan aktivis hak asasi manusia terkemuka Nabeel Rajab.

Pada hari Rabu, kelompok-kelompok  hak asasi manusia, termasuk Amnesty International, Human Rights Watch dan Lembaga Bahrain untuk Hak Asasi dan Demokrasi, meminta 50 negara untuk “Angkat suara atas penyalahgunaan berkelanjutan dari sistem peradilan Bahrain untuk melecehkan dan membungkam pembela hak asasi manusia.”

Ke 50 negara itu adalah penandatangan pernyataan PBB sebelumnya yang mencela pelanggaran HAM Manama.

Sebelumnya, menyikapi 33 tahun Dewan Hak Asasi Manusia pada hari Selasa, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad al-Hussein juga menyuarakan keprihatinan atas catatan hak asasi manusia rezim Al Khalifah.

“Saya prihatin dengan pelecehan dan penangkapan para pembela hak asasi manusia dan aktivis politik [di Bahrain], dan undang-undang yang memungkinkan pencabutan kewarganegaraan tanpa proses,” katanya.

Menurutnya satu dekade terakhir telah menunjukkan bagaimana pemerintah Bahrain mencoba untuk menghancurkan suara rakyatnya berulang kali, dan bukan melayani mereka.

Rajab akan dihukum karena tweet yang ia posting pada Maret 2015. Ia mengkritik keterlibatan Manama dalam agresi mematikan Saudi terhadap Yaman dan penyiksaan di Penjara Jaw yang terkenal di Bahrain. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment