30 Teroris di Idlib Tewas Oleh Serangan Angkatan Udara Rusia

1394070921_su33.jpg

Jum’at, 18 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, DAMASKUS – Serangan udara anti-teror Rusia pekan ini di provinsi barat laut Suriah, Idlib, telah menewaskan sedikitnya 30 teroris Takfiri, di antaranya tiga komandan militan terkemuka.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, mengatakan bahwa mereka yang tewas adalah anggota kelompok teroris Jabhat Fateh al-Sham, yang sebelumnya dikenal dengan Jabhat al-Nusra.

“Menurut informasi dari sumber-sumber intelijen yang berbeda, setidaknya 30 teroris tewas,” katanya, dan menambahkan bahwa serangan itu dilakukan oleh jet tempur Su-33, yang lepas landas dari kapal induk Admiral Kuznetsov.

Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan tiga komandan militan yang tewas dalam serangan udara Rusia adalah Muhammad Helala, Abu Jaber Harmuja dan Abul Baha al-Asfari. Dia juga menambahkan bahwa Harmuja sedang “menyiapkan dan melaksanakan serangan baru di Aleppo.”

Pada hari Selasa, Rusia mengumumkan serangan udara terhadap teroris yang didukung AS di provinsi Idlib dan Homs.

Secara terpisah pada hari Kamis, setidaknya 25 orang tewas dan 20 lainnya luka-luka dalam serangan bom mobil di sebuah gudang senjata milik kelompok teror Nureddin al-Zenki di A’zaz di pinggiran utara Aleppo, situs berita al-Masdar melaporkan.

01d3b35f-003a-47dd-9cdd-3798716e3480

Gambar menunjukkan korban serangan di sebuah gudang senjata milik kelompok militan Nureddin al-Zenki di A’zaz, dekat Aleppo, 17 November 2016. (al-Masdar)

Beberapa sumber mengatakan bahwa serangan itu dilakukan oleh kelompok teroris Jabhat al-Shamiya yang baru-baru ini terlibat dalam bentrokan dengan Nureddin al-Zenki.

Namun, AFP mengutip seorang anggota tak dikenal dari kelompok Takfiri yang mengatakan bahwa pemboman dilakukan oleh anggota kelompok teroris Daesh.

A’zaz terletak dekat perbatasan Turki dan dikendalikan oleh kelompok militan yang berbeda, yang sering terlibat dalam pertikaian sengit. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment