45.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Pertempran Sengit di Mokha

Shabia Mantoo, juru bicara UNHCR untuk Yaman, mengatakan kepada AFP pada Rabu (1/03/2017) bahwa angka pengungsi didasarkan pada data yang dikumpulkan oleh badan-badan PBB.

Dia mengatakan bahwa banyak dari mereka yang melarikan diri dari pertempuran di sekitar Mokha, menuju membuat ke utara provinsi Ibb dan Hudaydah.

“Delapan ribu orang telah mengungsi dari Mokha dan Dhubab (kabupaten di provinsi Ta’izz) ke Hudaydah, banyak dari mereka tanpa membawa perbekalan kecuali pakaian di punggung mereka,” kata Mantoo.

Tentara bayaran Saudi dan para militan yang setia kepada mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi merebut Mokha pada tanggal 10 Februari dan mengumumkan rencana untuk menduduki pelabuhan utama Laut Merah, Hudaydah.

Pejuang dari gerakan Houthi Ansarullah, yang telah membela Yaman terhadap agresi mematikan Saudi, melancarkan operasi untuk membebaskan Mokha.

Jumlah terbaru dari pengungsi menandai kenaikan tajam dari data UNHCR sebelumnya, yang melaporkan 34.000 warga sipil Yaman terlantar dalam pertempuran antara Januari dan Februari di sekitar Mukha dan Dhubab.

Di tempat lain dalam komentarnya, Mantoo memperingatkan bahwa perpindahan adalah masalah yang mencengkeram negara Arab secara keseluruhan.

“Seluruh negeri ini menderita karena beberapa perpindahan,” kata Mantoo, dan menambahkan, “Orang-orang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, pada akhirnya itu akan sama buruknya.”

Arab Saudi tak henti-hentinya menggempur Yaman sejak Maret 2015 dalam upaya untuk membawa kembali Hadi berkuasa.

Kampanye militer Saudi telah merenggut nyawa lebih dari 12.000 warga sipil Yaman, menurut penghitungan terbaru yang dikeluarkan oleh Pusat Hukum untuk Hak dan Pembangunan Yaman, sebuah kelompok pemantau independen. [Voai]

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment