“Abu Ja’far”, Robot Sang Penyelamat Warga Aleppo dari Bom Cluster

robot_abu_jafar

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURIAH – Perang yang terjadi di Suriah, telah menciptakan gaya hidup baru terutama bagi mereka yang hidup di bawah tekanan dan ketegangan, serta gencarnya penembakan dan penyerangan yang terjadi di Aleppo membuat para pemuda di kota tersebut termotivasi untuk membuat sebuah robot untuk mengatasi banyaknya bom cluster yang tersebar di Aleppo. (Baca: Churkin; Pembicaraan Damai Suriah Tidak Hanya Fokus Pada Penghentian Bentrokan di Aleppo)

Sejak meletusnya krisis dan konflik di Aleppo, mayoritas penduduk Aleppo merasa cemas terhadap sejumlah bom cluster yang belum meledak, dari penembakan dan penyerangan yang dilancarkan terus menerus terhadap tempat tinggal mereka, di kota Aleppo.

Bom-bom cluster ini menciptakan ketakutan dan bahaya besar bagi warga Aleppo, selain karena bom-bom cluster ini memiliki efek area ledakan yang luas, bom-bom ini bisa meledak kapanpun tanpa diketahui.

Menyingkirkan bom cluster bukanlah hal yang mudah, bahkan ini merupakan pekerjaan paling berbahaya di dunia. Seorang pemuda bernama Ahmad begitu termotivasi untuk menciptakan sebuah robot yang dapat mengumpulkan bom cluster dan memindahkannya dari wilayah Aleppo. (Baca: Tentara Suriah Kuasai Kamp Handarat, Utara Aleppo)

Ahmad memberi nama robot ini “Abu Ja’far” yang merujuk pada seorang pria berumur 60 tahun bernama “Abu Ja’far” yang diketahui telah mengumpulkan bom cluster.

Abu Ja’far adalah seorang kepala badan forensik kota Aleppo, tapi perang di kotanya telah memaksanya untuk melakukan tugas berbahaya, dimana ia bersama putranya akhirnya memutuskan untuk mengumpulkan bom-bom cluster yang tersisa di jalan-jalan dan memindahkannya ke daerah yang jauh dari pemukiman warga sipil.

Disisi lain, Ahmad terpaksa melarikan diri dari kampung halamannya, Aleppo, karena gencarnya penembakan dan penyerangan yang dilancarkan teroris ke kotanya. Tapi, karena dorongan hati nuraninya, ia memutuskan untuk membantu kota kelahirannya dan ia-pun kembali ke Aleppo, serta memilih untuk membantu Aleppo dengan membuat robot pengumpul bom cluster yang mampu “menjaga sisa-sisa kehidupan” yang masih ada di Aleppo.

Ahmad menjelaskan bagaimana cara kerja robot yang memiliki panjang 1 meter dan lebar 70 cm. Robot ini dibekali dengan teknologi yang canggih dan pintar, di mana sensor yang dimiliki oleh bom tidak akan bisa dirasakan oleh robot sehingga tidak akan menyebabkan bom tersebut meledak. (Baca: HOAX.. Berita Anak Kecil Aleppo yang Makan Tangan Ibunya)

Robot Abu Ja’far bisa dikendalikan melalui jaringan internal (internet) dengan area jangkauan sampai 3 km, atau melalui internet di tempat manapun di dunia.

Perakitan komponen elektronik yang dibuat di Turki hingga struktur dasarnya akan segera selesai, dan robot ini akan dirakit di Aleppo. Setidaknya Ahmad telah menghabiskan 10.000 dolar untuk perakitan robot tersebut.

Ahmad menegaskan bahwa robot ini dibiayai dengan dana pribadi, dan ketakutan warga Aleppo terhadap bahaya yang mengancam pria yang berusia 60 tahun, yang bernama Abu Ja’far dan orang-orang sepertinya yang bekerja mengumpulkan bom cluster, inilah yang telah mendorongnya untuk menciptakan penemuan ini. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment