Agresi Saudi Masuki Bulan ke-20, Wabah Kolera Makin Meluas di Yaman

wabah-kolera-yaman

Selasa, 15 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa wabah kolera meningkat secara signifikan di Yaman dimana agresi Saudi terhadap negara tetangganya yang miskin itu telah memasuki bulan kedua puluh.

Badan PBB tersebut membuat pengumuman itu pada hari Senin, mengatakan bahwa meningkatnya wabah itu terkait dengan dua laporan selama rentang waktu 12 hari yang menunjukkan peningkatan dua kali lipat dari yang diduga 2070 kasus pada tanggal 1 November, menjadi 4119 kasus pada 13 November di 11 provinsi di seluruh negara tersebut. (Baca juga:PBB: 80 Persen Warga Yaman Butuh Bantuan)

“Jumlah kasus kolera di Yaman terus meningkat, memicu kekhawatiran terjadinya wabah yang signifikan,” WHO memperingatkan dalam laporannya.

Menurut organisasi kesehatan itu, lebih dari separuh dari semua fasilitas kesehatan di Yaman ditutup atau berfungsi hanya sebagian, dan negara itu juga menderita darurat kekurangan tenaga medis di lebih dari 40 persen dari seluruhdistrik.

Laporan menunjukkan bahwa delapan orang tewas dalam wabah ini dan sebanyak 56 orang lainnya kehilangan nyawa karena diare akut. (Baca juga:Imbas Agresi Saudi! Pedofilia dan Perdagangan Manusia Hantui Rakyat Yaman)

WHO mengatakan kasus terbesar kolera ada di provinsi barat daya Yaman, Ta’izz dan Aden, menambahkan bahwa 29 distrik dan sembilan provinsi lainnya telah terpengaruh dengan penyakit, dimana itu merupakan setengah dari penduduk negara itu.

Kolera ditularkan melalui air minum yang terkontaminasi dan bisa berakibat fatal sampai dengan 15 persen dari kasus yang tidak diobati.

PBB memperingatkan bulan lalu bahwa 80 persen dari warga Yaman memerlukan beberapa bentuk bantuan kemanusiaan, menambahkan bahwa lebih dari dua juta orang, termasuk 370.000 anak-anak, menderita kekurangan gizi di seluruh negara yang dilanda perang tersebut.

Badan internasional menekankan bahwa jika pihak yang bertikai di Yaman tidak mencapai kesepakatan damai segera, negara itu bisa runtuh dengan konsekuensi yang mengkhawatirkan untuk seluruh kawasan. (voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment