‘Ahmed Zain Oul Mottaqin’: Akal Bulus Turki di Jarablus

om bama

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Tokoh dan pengamat politik muda Timur Tengah di media Sosial ‘Ahmed Zain Oul Mottaqin’ memberikan sebuah analisa apik tentang “Akal Bulus Turki di Jarablus”, berikut tulisannya:

ADA AKAL BULUS DI JARABULUS

Turki ‘merebut’ Jarabulus dari ISIS untuk memberantas terorisme? Ciyuss beb? Turki sejak dulu tidak pernah concern (baca: serius) soal ISIS. Concern utama mereka hanya terhadap Kurdi (PKK dan YPG) yang notabene selama ini bertempur melawan ISIS.

Aksi ‘pembebasan’ Jarabulus di tepi barat sungai eufrat ini sangat penting bagi Turki mengingat koar-koar SDF dan YPG yang ingin mengambil alih kota tersebut dari ISIS.

Kalau kota tersebut direbut Kurdi emang apa efeknya bagi Turki? Kan itu terletak di wilayah Suriah.

Bencana besar! Bayangkan teror besar apa yang akan dihadapi Ankara jika Jarabulus berhasil direbut YPG, artinya hilang sudah gap (batas) antara dua “Monster Kurdi” YPG (Suriah) dan PKK (Turki) di perbatasan Turki-Suriah yang sangat ditakuti Turki. Hilangnya gap ini artinya potensi bagi lahirnya Rojava negara mini Kurdi, bencana bagi Turki (dan Suriah juga sebenarnya). Yeah, sejauh ini hanya masalah Kurdi yang bisa menimbulkan simbiosis mutualisme antara Turki dan Suriah. Sampai-sampai Kepala Intelijen Turki Hakan Fidan mengutus Deputinya ke Damaskus, dan diterima dengan baik (?). (Baca: Tentara Turki Tewas Dalam Pertempuran di Jarablus)

Apa sekarang jadi pertanyaan kenapa SAA (Tentara Arab Suriah) hanya “diam” dan mengeluarkan “kecaman basa-basi” atas aksi Turki di Jarabulus. Ya karena (di satu sisi) ini ada untungnya demi kepentingan nasional Suriah dari aksi separatis Kurdi, namun di sisi lain yang menyerobotnya adalah Turki donatur utama terorisme Suriah.

Ya, bila ada dua mudhorot yang tak bisa dihindari maka ambil mudhorot yang dianggap lebih kecil. (Saya pernah baca rilis pernyataan resmi SAA: Aksi dari ENTITAS APAPUN di tanah Suriah yang dianggap sejalan dengan kepentingan nasional akan DIANGGAP LEGAL). Jangan lupa, fokus Suriah sedang teralih karena mereka sedang mengerahkan kekuatan penuh di berbagai front di seluruh wilayah melawan Teroris. Dan “bantuan” Turki menyerobot Jarabulus dari koar-koar Kurdi ini bisa sedikit membantu (dan bisa jadi ini hasil pembicaraan deputi intelijen Turki dengan Suriah di Damaskus kemarin).

Yang lucu kan ternyata kemarin Turki berhasil merebut Jarabulus dari ISIS hanya dalam hitungan jam dengan pertempuran minimum dan korban nyaris tak terdengar. Ada apa ini sebenarnya? Wong 5 bulan lalu SAA merebut kota kuno Palmyra dari ISIS bisa memakan waktu lebih dari sebulan, itupun dengan full support AU Rusia dan ribuan tentara dan artileri di darat. Tapi kok Turki mampu hanya dalam sekejap mata? (Baca: Blunder Amerika, Uni Eropa dan Turki di Suriah)

Hellooow.. ini Turki bung, ngapain heran? Ini negerinya ‘Sultan’ Erdogan yang penuh “drama” gitu loh! Ya, kecurigaan ISIS sengaja menghand-overkan sementara kota tersebut ke Turki semakin besar. Mungkin daripada harus menghadapi serbuan SDF dan YPG Kurdi yang sadis, mending serahin dulu itu kota ke “Bos Besar” yang punya pasukan dan alutsista lebih elit biar aman. (jangan lupa fakta bahwa Jarabulus adalah jalur suplai senjata dan teroris ISIS dari Turki Selatan ke Raqqah).

Apalagi “Bos yang lebih besar” Wapres USA Joe Biden sudah memerintahkan Kurdi mundur ke timur eufrat. Dia mengancam jika SDF dan YPG Kurdi macam-macam menginvasi wilayah barat eufrat maka mereka akan kehilangan support Pentagon selamanya. As you know, barat eufrat adalah wilayah tanah yang dijanjikan bagi Israel Raya (anak kesayangan USA).

Ya, bahasa kerennya gini, “Eh elu ‘anak tiri’ tahu diri dikit lah! Negeri elu tuh Kurdistan udah gue siapin jatah di Timur Eufrat Al Hasakah, Turki Selatan, Iraq sampai Iran. Jangan invasi jatahnya anak kesayangan gue Israel. Ntar kalo Suriah udah modyar, ntar ribet lagi Israel perang lawan elu.”

Dan ga aneh kan invasi militer Turki di Jarabulus ini mendapat back-up support dari Jet-jet tempur USA. (Tapi mbok ya aktingnya dibuat rasional dikit, masa pembebasan sebuah kota dari ISIS cuma dalam hitungan jam? Apa karena sudah begitu ‘kepepet’ dengan ancaman Kurdi?) (Baca: Pengakuan Mantan Teroris Tentang Kerjasama Jahat ISIS-Turki di Suriah)

Korbannya siapa? Ya tetep aja Suriah. Seandainya PYD dulu menerima tawaran otonomi khusus yang ditawarkan Assad mungkin ceritanya ga akan begini. Mungkin konstelasi pertempuran berubah menjadi SDF+YPG+SAA merebut Jarabulus dari ISIS+Turki+USA. (tapi sayang Kurdi sejak zaman jebot emang berjiwa separatis & oportunis serta ingin mendirikan negara sendiri).

Yang jelas Suriah sudah rugi karena kedaulatan negaranya sedang diinjak-injak berbagai kepentingan. Yang jelas siapapun sekarang yang menguasai Jarabulus, dia bukan pihak yang friendly terhadap Rezim. Mau menyuruh Turki+USA mundur dari Jarabulus? Emang Turki mau membiarkan potensi Kurdi merebutnya kembali? Mau nyuruh Kurdi merebutnya dari Turki? Lah ini macan yang sering gigit dan selalu nolak diajak kompromi? Lalu membiarkan ISIS tetap menguasai Jarabulus? Ini ide yang lebih Pe-A. Mau mengusir ketiganya sekaligus? Impossible! Apalagi konsentrasi SAA sedang terfokus ke berbagai wilayah lain menangani teroris.

Untuk saat ini, saya cuma berharap semoga ke depan Kurdi sadar bahwa mereka selalu dikadalin & di-PHP-in USA soal negeri impian Kurdistan yang mereka khayalkan, dan akhirnya mereka mau rasional menerima tawaran otonomi khusus dari Suriah tanpa memisahkan diri. Dan dengan itu mereka berani memutus aliansi dengan Washington yang punya misi busuk memecah Suriah (dan menggantinya dengan Moskow mungkin?).

Bukankah menyenangkan kalau ke depan bisa melihat YPG, SDF, SAA dan Rusia bersatu merebut Suriah Utara dari Turki, ISIS dan USA? (Baca: Salah Satu Anggota Parlemen Turki Tuduh Erdogan Gunakan ISIS untuk Melawan Kurdi)

Ya, mengkhayal dulu lah rapopo. Semoga Suriah kembali damai seperti sedia kala tanpa dirusak kampret-kampret itu. Dan tolong para otak unyu-unyu yang saban hari teriak ini perang Sunni-Syi’ah mandi junub dulu sono. Wassalam. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment