Akademi Polisi Pakistan Diserang Militan, Ratusan Taruna Jadi Sandera

militan

Selasa, 25 Oktober 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, QUETTA – Sekelompok militan menyerang sebuah akademi polisi di Quetta Pakistan pada Senin (24/10) malam. Menurut laporan, setidaknya 35 orang tewas, dengan puluhan lainnya terluka, ratusan  taruna/kadet saat ini masih menjadi sandera di pusat sekolah polisi di barat daya Pakistan tersebut.

Setidaknya 12 dari mereka yang tewas adalah polisi, sementara 4 lainnya adalah orang-orang bersenjata. Lebih dari 200 orang disandera, meskipun ratusan lainnya telah berhasil diselamatkan. Pemerintah Pakistan menerjunkan Special Service Group (SSG) untuk misi penyelamatan.

Menurut saluran televisi Berita Dunya, lima atau enam pria bersenjata bertanggung jawab atas serangan ini.. Daesh/ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, meskipun klaim tersebut belum diverifikasi. Seorang saksi mengklaim bahwa pria bersenjata melepaskan tembakan setelah memasuki gedung.

Sumber-sumber mengatakan kepada Dunya bahwa penyerang mengenakan rompi bunuh diri. “Kami menerima laporan intelijen sekitar tiga sampai empat hari lalu, bahwa teroris merencanakan untuk melakukan bom bunuh diri yang menargetkan Quetta,” kata Nawab Sanaullah Zehri, menteri dari Baluchistan, sebagaimana dikutip GEO News.

“Keamanan sudah siaga tinggi dan mungkin itu sebabnya mereka kemudian berubah dengan menargetkan pusat pelatihan polisi di pinggiran kota.”

Kementerian Dalam Negeri Pakistan membentuk ruang kontrol untuk memantau situasi, dan telah menyatakan keyakinan pada kemampuan penegak hukum setempat untuk menyelesaikan insiden tersebut.

Lebih dari 700 kadet dilatih di fasilitas tersebut. Ibukota Provinsi Baluchistan, Quetta terletak di daerah yang penuh dengan pemberontak Baluch, serta militan Taliban. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment