Akhir Tahun Ini Rusia-China Berencana Buka Rute Kargo Baru Melewati Mongolia

1026415042-e1475038564425.jpg

Rabu, 28 September 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSKOW – Alexei Dvoinykh, Kepala Badan Transportasi Automobile Kementerian Perhubungan Rusia pada hari Rabu (28/09) mengatakan bahwa Rusia dan China berencana untuk membuka koridor transit kargo baru melalui Mongolia pada akhir tahun ini. (Baca juga: Analis; AS Tak Mampu Hadapi Kecanggihan Senjata Rusia dan China)

Volume perjalanan kargo antara Rusia dan China telah berkembang pesat, Hauler-hauler Rusia diharapkan untuk mendapatkan keuntungan yang besar dari rute baru yang akan memotong jarak antara Rusia barat dan China selatan sejauh lebih dari 1.000 kilometer (600 mil).

“Penandatanganan direncanakan pada awal Desember tahun ini … Menurut perkiraan awal, aliran kargo akan meningkat 17-20 persen karena penataan ulang gerakan transportasi. Kemudian, meningkat dari 10 persen per tahun yang mungkin, secara umum , selaras dengan peningkatan perdagangan luar negeri rata-rata tahunan Rusia-Cina, “kata Dvoinykh kepada surat kabar Izvestia. (Baca juga: PARADIGMA DUNIA BARU: China, Iran, Rusia, Tim Terkuat Dunia)

Menurut Dvoinykh, saat ini, lalu lintas antara kedua negara dibatasi untuk daerah yang berbatasan dan hanya dapat terjadi di sepanjang rute internasional. Perjanjian baru ini akan memungkinkan operator kargo Rusia untuk mencapai Beijing dan kota pelabuhan Tianjin yang akan sangan berbeda dengan praktek saat ini dengan mengangkut kargo ke kota perbatasan terdekat.

“Rute baru ini akan menghubungkan kota Siberia Ulan-Ude, melewati ibukota Mongolia Ulaanbaatar dan langsung menuju Beijing. Volume kargo, yang telah mencapai 1,9 juta ton dalam delapan bulan pertama tahun ini dan telah melampaui angka total untuk tahun 2015, telah secara substansial didorong oleh pertanian dan olahan ekspor makanan Rusia ke Cina, serta ekspor kayu,” jelas kepala lembaga automobile itu.

Lalu lintas kargo antara Rusia dan China juga akan meningkat lebih jauh ke timur. Awal bulan ini, Menteri Transportasi Rusia Maksim Sokolov mengatakan bahwa Amur Bridge Project yang menghubungkan Rusia dan China akan selesai pada tahun 2018. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment