Alami Kegagalan Perang di Yaman, Saudi Berusaha Hindari Rasa Malu

VOA-ISLAMNEWS.COM, SAN FRANSISCO – Seorang mantan penasehat pemerintah AS menggarisbawahi bahwa rezim Riyadh sedang mencoba untuk menemukan “solusi diplomatik menyelamatkan muka” untuk menghindari rasa malu dari kegagalan dalam agresi militer yang sedang berlangsung terhadap rakyat Yaman.

“Pemerintah Saudi sedang mencoba untuk menghindari rasa malu dari kegagalan, sehingga mereka berusaha untuk mengejar solusi diplomatik menyelamatkan muka,” ujar Paul Larudee dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Tasnim dari San Francisco. (Baca juga:The Independent: Muhammad bin Salman, Manusia Paling Berbahaya di Dunia)

“Menurut pendapat saya, Menteri Pertahanan Pangeran Mohammed Bin Salman ada dalam posisi yang sangat lemah dan nantinya terpaksa harus mundur dari posisinya,” katanya.

“Dia akan dipaksa untuk bertanggung jawab atas kegagalan perang di Yaman,” kata analis itu menambahkan, “Pertanyaan besarnya adalah, berapa banyak orang yang harus mati sebelum ini terjadi?” (Baca juga:Siapa yang Disalahkan Oleh Muhammad bin Salman Atas Kegagalan Tentara Saudi di Yaman?)

Sedangkan ketika ditanya mengapa perhatian internasional begitu berbeda menanggapi kejahatan luar biasa yang telah dilakukan Arab Saudi atas Yaman padahal dalam agresi itu 12.041 warga sipil telah tewas, termasuk 2.568 anak dan 1.870 perempuan, dan menurut PBB, hampir 3,3 juta rakyat Yaman, termasuk 2,1 juta anak-anak, mengalami kekurangan gizi akut karena perang dan pengepungan atas mereka, termasuk 460.000 balita dengan bentuk kekurangan gizi terburuk, Larudee mengatakan bahwa hal ini dikarenakan kepentingan Barat.

“Perhatian kepada kejahatan semacam itu tidak bisa didapat sampai media-media Barat melaporkan mereka, dan media-media itu biasanya tidak melakukannya kecuali pelaku adalah musuh dari pemerintah Barat dan sekutu mereka. Sayangnya, orang-orang Yaman dianggap “tidak penting” dan sedang ditargetkan oleh Arab Saudi sertakoalisinya, dimana mereka semuanya (Saudi dan koalisinya) adalah sekutu barat. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment