Amnesty Internasional Seru Raja Spanyol, Blokir Penjualan Kapal Perang Pada Saudi

spanyol

Sabtu, 12 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, SPANYOL – Amnesty International menyerukan Raja Spanyol Felipe VI untuk mencegah kemungkinan penjualan beberapa kapal perang ke Arab Saudi, dan memperingatkan bahwa kerajaan Arab Saudi bisa menggunakannya untuk melakukan “pelanggaran serius terhadap hukum internasional”, terutama terhadap orang-orang Yaman.

“Mereka (Saudi) yang membom rumah sakit, sekolah umum, pusat kesehatan, dan infrastruktur lainnya yang penuh dengan orang,” direktur kelompok hak asasi yang berbasis di Inggris untuk Spanyol, Esteban Beltran, mengatakan dalam sebuah video yang diposting di Twitter pada hari Jumat, sehari sebelum Raja Spanyol melakukan kunjungan kenegaraan pertama ke kerajaan kaya minyak.

Beltran juga meminta Raja Spanyol untuk menggunakan pengaruhnya pada Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, yang berkuasa sejak Januari tahun lalu, setelah kematian saudara tirinya Abdullah, untuk menghentikan perang panjang yang “melakukan serangan udara pada warga sipil di Yaman.”

Menteri Luar Negeri Spanyol Alfonso Dastis dan Menteri Pekerjaan Umum Inigo de la Serna juga akan menemani Raja Spanyol pada kunjungan tiga hari  ke Arab Saudi atas undangan Salman.

Menurut sebuah laporan terbaru yang diterbitkan oleh harian Spanyol El Pais, salah satu “keharusan” dari perjalanan ini menyegel kesepakatan dengan Spanyol soal galangan kapal Navantia untuk membangun lima Avante 2200, kapal korvet patroli untuk angkatan laut Saudi sebesar $ 2,2 miliar.

Berita tentang kemungkinan penjualan korvet telah beredar selama 10 bulan terakhir. Menurut laporan pertengahan Januari diterbitkan oleh harian Spanyol La Voz de Galicia. Laporan itu juga menambahkan bahwa kedua belah pihak telah mencapai “tahap akhir” dari pembicaraan atas kesepakatan militer.

Tak lama setelah berita kesepakatan bocor pada bulan Januari, beberapa kelompok hak-hak lainnya, termasuk Greenpeace dan Oxfam, mengirimkan surat terbuka kepada pemerintah Spanyol dan mengungkapkan perbedaan pendapat mereka terhadap kemungkinan penjualan kapal perang ke Riyadh. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment