Analis; Agenda Kekaisaran Jadi Satu-satunya Alasan AS Perangi Islam

stephen_lendman.jpg

Jum’at, 19 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, CHICAGO – Perang Amerika Serikat terhadap ‘Islam adalah bagian dari agenda kekaisaran yang dilaksanakan di seluruh dunia, menurut Stephen Lendman, seorang penulis Amerika, komentator politik dan pembawa acara radio.

“Amerika telah berperang dengan Islam selama bertahun-tahun … sejak jatuhnya komunisme pada tahun 1991, perang melawan Islam dimulai dengan memilih beberapa intensitas untuk satu alasan utama: Satu-satunya cara Amerika bisa mengejar agenda kekaisaran untuk mendapatkan kepercayaan publik, NATO dan negara-negara lain adalah dengan meyakinkan orang bahwa ada ancaman, dan Amerika perlu menjaga kita semua dengan aman,” kata Lendman kepada Press TV, Kamis.

“Sayangnya, publik tidak menyadari bahwa satu-satunya ancaman datang dari otoritas Washington dan mitra kekaisarannya, tentu bukan orang-orang dari negara-negara lain atau agama mereka mengklaim bertanggung jawab,” katanya.

“Ketika Anda menyerang Muslim, Anda menyerang Islam. Siapa saja yang tahu tentang agama-agama besar tahu bahwa Islam, Kristen, dan Yahudi, berasal dari akar yang sama dengan dasar-dasar dan prinsip-prinsip yang diyakini,” katanya.

Pekan lalu, seorang pria Lebanon-Amerika di negara bagian Oklahoma ditembak dan dibunuh oleh seorang tetangga yang dituduh menggunakan kekerasan dan berteriak hinaan anti-Muslim terhadap keluarga pria itu selama bertahun-tahun.

Polisi mengatakan Khalid Jabara, 37, tewas di rumahnya di Tulsa pada hari Jumat oleh Stanley Majors berusia 61 tahun. Ironisnya, Jabara bahkan bukan seorang Muslim, melainkan seorang Kristen yang berasal dari Lebanon.

Lendman mengatakan, “Anda tidak pernah tahu cara Muslim difitnah di Amerika, dan terutama tidak hanya sejak tahun 1991, terutama sejak serangan 9/11, sehingga dalam 15 tahun terakhir dengan satu perang yang dilancarkan, selalu terhadap negara-negara Muslim.”

“Maksudmu Muslim adalah satu-satunya orang jahat di dunia? Sementara hal ini berlangsung, dan orang-orang Amerika yang diserang dengan ancaman ini disebut terorisme di Amerika – dan saya melihat hal itu menunjuk Muslim sebagai orang-orang jahat – orang-orang yang melakukan hal ini,” tandasnya.

“Semua ini adalah sampah, kebohongan besar, propaganda, tetapi Anda terus mengulangi hal ini berulang kali dan orang-orang percaya dan itu berakhir dengan insiden seperti acaman pembunuhan tanpa alasan” tegasnya. [Voai]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment