Analis Politik AS; Israel Runtuhkan Kekaisaran Amerika Serikat

gurita_zionis_hancurkan_kekaisaran_as

Senin, 24 Oktober 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, WASHINGTON – Semakin banyak negara yang menjauh dari Kekaisaran Amerika. Hal itu semakin “berantakan” sebagai akibat dari “kesetiaan AS” pada Israel, menurut Linh Dinh, seorang analis politik Amerika dan penulis yang berbasis di Philadelphia.

“Amerika Serikat adalah sebuah kerajaan gagal yang menyebabkan perang dan kekacauan. Banyak negara mulai melihat ini, sehingga mereka memikirkan kembali hubungan mereka dengan Amerika Serikat,” kata Dinh dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Sabtu.

“Meskipun Filipina terlibat dalam sengketa wilayah dengan China, ia tahu bahwa ia harus bergaul dengan China, karena China akan selalu ada di Asia Timur, sementara Amerika Serikat akan memudar dari di Asia,” katanya.

“Negara-negara Eropa, juga akan melepaskan diri dari AS dan menjalin hubungan dengan Rusia. Ini rasional. Jika Anda bergaul dengan Amerika Serikat, yang sekarat dan kerajaan berbahaya, maka negara anda cenderung merosot,” tambahnya.

Selama kunjungan ke China pada hari Kamis, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan “perpisahan pada Amerika Serikat,” katanya, perpisahan atas kerjasama militer dan ekonomi antara Washington dan Manila.

Sementara, Menteri Pertahanan AS Ashton Carter bersikeras bahwa negaranya berniat untuk menjaga komitmen aliansi dengan Filipina.

Mengatasi rapat umum pada hari Jumat, calon presiden dari Partai Republik Donald Trump mengatakan dunia membenci Amerika Serikat, negara-negara seperti Filipina mulai bangkit bercerai dengan AS.

“Dunia membenci presiden kita,” kata Trump pada pendukungnya. “Dunia membenci kita. Anda melihat apa yang terjadi dengan Filipina setelah bertahun-tahun; mereka sekarang mencari hubungan ke Rusia dan China, karena mereka tidak merasa baik dengan Amerika yang lemah.”

Dinh mengatakan kepada Press TV bahwa “penilaian Trump tidak sepenuhnya berguna, karena salah satu alasan utama Amerika Serikat menjadi berantakan karena kesetiaannya pada Israel.”

“AS dan Israel secara luas dibenci karena mereka telah menghancurkan banyak negara. Dunia akan menjadi tempat yang jauh lebih baik jika Amerika Serikat bercerai diri dari Israel, tapi ini tidak akan terjadi. Trump dan Clinton keduanya pendukung fanatik Israel,” katanya. (VOAI)
Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment