Analis Rusia: Dibawah Pemerintahan Trump, Sikap AS di Suriah Mungkin Tak Akan Berubah

aa47e34f-a3cc-4f13-9065-e9458bd8bcda.jpg

Jum’at, 25 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSKOW – Posisi Amerika Serikat di Suriah kemungkinan tidak akan berubah di bawah pemerintahan Presiden terpilih AS Donald Trump. Seorang analis politik Rusia mengatakan hal ini pada hari Kamis (24/11).

“Trump hampir tidak bisa diharapkan untuk terjun dalam kerjasama langsung tidak hanya dengan kami tetapi juga dengan Iran dan Suriah, dengan melihat fakta bahwa ada relawan yang membantu tentara Suriah,” ungkap Vitaly Naumkin, direktur ilmu Russian Academy of Science Institut Studi Oriental, sebagaimana dikutip TASS, Kamis (24/11).

“Ini tidak bisa diharapkan. Alternatif seperti ini bagi mantan pemerintahan AS sedang dipertanyakan. Trump agak sulit menghormati Iran sedangkan gerakan Hizbullah dilihat oleh Amerika sebagai organisasi teroris.”

Menurut ahli Rusia itu, perdebatan sengit sedang berlangsung di tim Trump mengenai kebijakan Amerika Serikat di Suriah. “Ada yang bilang Trump harus menerapkan janji-janji pemilihannya dan bekerja sama dengan pihak berwenang Suriah melalui cara ini atau itu. Ini berarti untuk berkompromi dengan fakta bahwa Presiden Suriah Bashar Assad akan tetap berada dalam jabatannya dan tidak memaksanyanya mundur seperti yang dilakukan Amerika saat ini, untuk bekerja sama dengan kekuatan-kekuatan yang melawan ISIS, mengingat bahwa Trump telah membuat hal itu sebagai salah satu tugas utamanya, “kata Naumkin.

“Sementara yang lain mengatakan, ‘Tidak, Assad tidak dapat diterima, kita tidak bisa bekerja sama dengannya dengan cara apapun, sehingga perlu untuk mencari cara lain,’” lanjutnya.

Trump belum mengumumkan posisi resminya di Suriah, Naumkin mencatat. “Kita bisa menebak bahwa hal itu akan berbeda dari posisi Hillary Clinton setidaknya mengenai kemungkinan serangan udara melawan tentara Suriah dan zona larangan terbang di wilayah utara dan selatan Suriah, tapi saya tidak berpikir Trump akan melakukan itu,” katanya. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment