Analis: Tak Ada yang Bisa Tumpas ISIS di Raqqa Kecuali Pasukan Suriah

pasukan-suriah-raqqa

Kamis, 10 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, RAQQA – Operasi militer oleh para militan dukungan AS untuk memenangkan kembali Raqqa hanyalah permainan politik, dan tentara Suriah adalah satu-satunya kekuatan militer yang bisa mengambil kembali ibukota defacto ISIS di Suriah itu. Hal ini diungkap ahli strategi pensiunan jenderal dan senior militer Suriah.

“Operasi Raqqa oleh pasukan dukungan AS yang dilakukan pada saat yang sama ketika kelompok teroris sedang dikalahkan dalam operasi Aleppo adalah taktik politik besar oleh Washington,” jelas pensiunan Jenderal Tentara Suriah, Ali Maqsud, kepada FNA pada hari Rabu (09/11).

Ia menggarisbawahi bahwa tidak ada seorang pun kecuali tentara Suriah dan sekutunya yang dapat merebut kembali kendali Raqqa dari ISIS.

“Semua orang berbicara tentang kesulitan pertempuran Raqqa dan kebutuhan untuk mempersiapkan kondisi untuk menonaktifkannya pada waktu yang tepat dan semua orang percaya bahwa operasi dapat dilakukan hanya setelah penelitian menyeluruh, tapi semuanya tiba-tiba berubah tanpa alasan tertentu dan mereka bergegas ke panggung operasi ini, “Maqsud menambahkan, menyatakan bahwa AS adalah kekuatan pendorong di belakang serangan terburu-buru ini untuk keuntungan politik semata.

Dalam sambutannya yang relevan pada hari Selasa, anggota parlemen Kurdi Suriah mengerahkan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) untuk berkoordinasi dengan AS guna merebut kembali ibukota defacto ISIS di Suriah Raqqa, menggambarkan hal itu sebagai siasat Washington.

“Operasi pasukan SDF ‘untuk mengambil kembali Raqqa dari ISIS yang berkoordinasi dengan koalisi Barat pimpina Amerika Serikat, adalah kesalahan strategis dengan dampak negatif pada Kurdi Suriah,” ungkap Omar Ousi, yang juga ketua Inisiatif Nasional dari Kurdi Suriah, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar al-Watan.

“AS tidak serius tentang pemusnahan ISIS di Suriah karena ISIS masih memainkan peran dalam plot AS untuk mengubah peta geopolitik di kawasan,” tambahnya.

Memperhatikan bahwa AS akan mengkhianati Kurdi Suriah dan akan memperkuat hubungan dengan Turki, Ousi mengatakan, “Satu-satunya cara yang aman untuk Kurdi Suriah adalah front perlawanan dan koordinasi di kamar operasi bersama dengan tentara Suriah dan sekutu mereka dari Iran, Rusia serta kelompok Hizbullah Lebanon”. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment