Analis: Untuk Tipu Dunia !! Arab Saudi, Amerika dan Israel Gunakan Serangan 9/11

serangan

Selasa, 13 September 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, SAN FRANSISCO – Seorang analis kontra-terorisme mengatakan bahwa 11 September 2001 adalah bagian dari rencana yang dirancang dengan hati-hati oleh Amerika Serikat, Israel dan Arab Saudi untuk mengacaukan Timur Tengah dan mendorong agenda Zionis-Wahhabi.

Scott Bennett, seorang mantan petugas perang psikologis Angkatan Darat AS yang berbasis di San Francisco, membuat komentar itu saat membahas 15 tahun serangan 9/11 yang menewaskan hampir 3.000 orang.

“Serangan 9/11 yang benar-benar terbaik dijelaskan sebagai cerita dalam cerita dalam cerita,” kata Bennett kepada Press TV pada hari Minggu. “Hal ini sangat kompleks, tetapi pada saat yang sama cukup sederhana.”

Analis itu mengatakan bahwa untuk lebih memahami apa yang terjadi pada saat serangan dihari itu, seseorang harus melihat insiden itu dari tiga aspek yaitu bukti, pelaku dan hasilnya.

Melihat bukti-bukti yang diakumulasikan selama 15 tahun terakhir, menjadi jelas bahwa laporan pemerintah dari serangan telah terbukti palsu, kata analis itu.

Ledakan nuklir internal di menara kembar, laporan dari bercak pesawat dengan nomor yang sama persis seperti dengan mereka yang diduga menabrak menara setelah serangan itu, kurangnya puing pesawat di Ground Zero dan kehancuran “ajaib” dari “Building 7” adalah beberapa dari teori-teori yang Bennett katakan sebagai dasar yang kredibel untuk bukti yang ada.

Bennett mengatakan agen mata-mata rezim Israel, Mossad, telah menjadi salah satu tersangka utama yang mengkoordinasikan serangan tersebut.

“Serangan 9/11 benar-benar adalah rancangan fusi dari rencana neokonservatif Zionis Israel di Washington … dan rezim Arab Saudi. Sebuah agenda AS, CIA, Mossad, dan Wahhabi untuk mengacaukan negara-negara di Timur Tengah, “jelasnya.

“Amerika Serikat mengggunakan insiden ini untuk menyerang, menggoyahkan dan mengambil alih Afghanistan,” kata Bennett.

“Selain itu, Amerika Serikat benar-benar menciptakan perang penipuan di Irak, berdasarkan senjata pemusnah massal,” tambahnya, “Libya, Mesir, Suriah dan Lebanon adalah beberapa negara Timur Tengah lainnya yang telah berusaha untuk dikacaukan AS pasca serangan 9/11,” kata analis kontra-terorisme berpendapat lebih jauh.

“Jadi, kita melihat pola serangan penipuan pada 9/11 ini telah menciptakan hantu, hantu, rakasa, bahwa Amerika telah menggunakan pajak dolar mereka untuk mendanai dalam proyek kompleks industri militer besar-besaran,” kata Bennett . (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment