Arab Saudi Bantai Anak-anak Tak Berdosa Yaman Saat Sekolah, Kemana PBB?

screen_shot_2016-08-13_at_5-55-00_pm-large_transnwjyn5afh1f8m-ugcq32yghkbrgvl0f97oixnobwszw.png

Minggu, 14 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, SA’ADA – Koalisi Saudi sekali lagi telah melakukan kekejian luar biasa dengan membombardir sebuah sekolah disaat anak-anak kecil Yaman sedang belajar didalamnya. UNICEF sebagai badan anak PBB mengeluarkan pernyataan yang membenarkan adanya serangan luar biasa keji ini di hari yang sama, Sabtu (13/08).

Russia Today melaporkan bahwa sebuah video yang diperoleh Ruptly menunjukkan anak-anak dengan kepala, lengan dan kaki luka-luka dibawa dengan tandu dengan darah menutupi wajah serta tubuh mereka. Video itu juga menunjukkan gambar anak-anak yang mungkin telah tewas, beberapa dengan anggota badan terpotong-potong dan ditutupi debu.

Dengan kengerian yang luar biasa ini, sangat disayangkan bahwa sekali lagi UNICEF sebagai badan dunia yang seharusnya sangat perduli terhadap nasib seluruh anak di dunia, tidak secara tegas berani mengecam Saudi sebagai pihak yang serangan udaranya bertanggung jawab atas kematian anak-anak tak bersalah tersebut. UNICEF hanya menyebut bahwa pihak-pihak yang bertikai harus mematuhi hukum Internasional. (Baca juga:KEJI! Saudi Bombardir Sekolah, Bantai Anak-anak Yaman)

Demikian pernyataan resmi UNICEF yang diunggah melalui website resmi mereka, Sabtu kemarin.

“Sebuah serangan udara pagi ini telah menewaskan sedikitnya tujuh anak dan melukai 21 orang lainnya di sebuah sekolah agama di gubernuran Sa’ada di Yaman utara.

“Anak-anak tewas yang berusia antara 6 sampai 14 tahun itu sedang belajar di sebuah sekolah di desa Juma’a Bin Fadil di Haydan. Jasad-jasad (mereka) sedang ditarik keluar dari reruntuhan dan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat.

“Anak-anak yang masih hidup sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Sa’ada.

“Dengan meningkatnya kekerasan di seluruh negeri dalam seminggu terakhir, jumlah anak-anak tewas dan terluka oleh serangan udara, pertempuran jalanan dan ranjau darat telah meningkat tajam.

“UNICEF menyerukan semua pihak dalam konflik di Yaman untuk menghormati dan mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional. Ini termasuk kewajiban untuk hanya menargetkan kombatan dan membatasi diri dari membahayakan warga dan infrastruktur sipil. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment