Artis Suriah: Saya Tidak Tenang Sebelum Berhadapan dengan Musuh Suriah

sulaf_beauty

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURIAH – Seorang artis ternama Suriah, Sulaf Fawakherji mengatakan bahwa ia akan bekerjasama dengan pemerintah Suriah sebagai seorang manusia dan sebagai warga negara Suriah, bukan sebagai seniman, mengingat dirinya adalah “Duta Kesenian Suriah”. (Baca: Assad Shalat Idul Adha Bersama Ulama dan Warga di Pusat Kota Pemberontak : Video)

Koran The Seventh Day mengutip dari Fawakherji yang mengatakan, “Aku adalah milik kotaku, milik negaraku, Suriah. Dan biasanya aku suka kalimat sistematis itu, yang sebagian menuduhku dengannya, karena pada akhirnya kata itu anti kekacauan”. (Baca: Isu Sektarian Senjata Ampuh Barat-Arab Saudi Hancurkan Suriah dan Assad)

Dia melanjutkan, “disana ada sesuatu, negaraku telah memotivasiku dan membuatku terdorong untuk menciptakan keamanan serta stabilitas Suriah selalu berada dalam ingatanku, hatiku serta nuraniku”.

Sulaf Fawakherji artis ternama Suriah juga menjelaskan, “Pekerjaan saya bukan seorang politikus, akan tetapi pekerjaan saya adalah realistis, berurusan dengan hal yang realitas termasuk penderitaan, kesedihan dan kegembiraan, dan pada akhirnya inilah peran nyata dari sebuah seni. Aku tidak bisa mempertemukan seni dengan politik, akan tetapi aku hanya bisa mempertemukan kesenangan dan kecintaan dalam pekerjaanku. Jika disana ada beberapa keadaan-keadaan yang tak terduga seperti peperangan yang terjadi saat ini, maka wajib bagiku bekerja sama dengan negaraku sebagai warga negara yang khawatir terhadap negaranya, dan berusaha menangani krisis serta krisis Suriah dalam semua pekerjaan yang bisa saya lakukan”. (Baca: Dokumen Rahasia Ungkap Taktik Saudi Gulingkan Bashar Assad Suriah)

Fawakhreji mengatakan, “Aku tidak akan pernah merasa tenang sampai aku dapat menarik kembali pendukung seni Suriah dan berdiri di hadapan orang-orang yang ingin menghancurkan Suriah serta menjatuhkannya. Ini bukanlah peran seorang artis saja, tetapi peran seluruh warga negara yang mengaku mencintai dan khawatir terhadap negaranya, baik dari kalangan intelektual, ulama, maupun yang lainnya. Sungguh kita dalam kesulitan besar, aku berfikir akan mengalami lebih banyak masalah di masa mendatang, akan tetapi aku tidak pernah menyerah dan pada akhirnya aku menemukan bahwa kesabaran adalah kunci keberhasilan. (VOAI)

Sumber:Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment