AS Hancurkan Saudi dan Sekutunya dengan UU Jasta

saudi-dan-jasta

VOA-ISLAMNEWS.COM, PERANCIS – Raja Salman Bin Abdul Aziz, Raja Saudi di hadapan Pengadilan Amerika, dibawah hukum Jasta adalah sesuatu yang sangat mungkin terjadi. Dimana kita tahu bahwa hukum Jasta dibuat untuk memungkinkan para korban 11 September, atau korban terorisme untuk menuntut pemerintah atau pemimpin Negara asing. (Baca: Warbler Saudi: UU Jasta “Hantui” Saudi dan Obama)

Chanel France 24 melaporkan bahwa kebencian dan kemarahan akan diberlakukannya hukum Jasta tidak hanya terbatas pada keluarga kerajaan saja, akan tetapi juga dirasakan oleh negara-Negara yang sudah bertahun-tahun menjadi sekutu AS, mereka tidak mampu merahasiakan keresahan dan kegelisahannya akan hukum ini, pertimbangan ulang atas prinsip suci dalam UU Internasional yaitu kekebalan hukum suatu Negara, sampai Negara anggota Uni Eropa seperti Perancis, Belanda telah mengancam disahkannya UU serupa untuk menanggapi UU AS, yang mengakibatkan rangkaian panjang penuntutan melawan Amerika dan sekutunya secara diplomatik atau Militer di tingkat Internasional.

Dikutip dari seorang Profesor Perancis, di Princeton University “Bernard Haykal “ mengatakan bahwa Skenario Bencana menurut teori Hukum Jasta adalah Raja Saudi dapat dihadirkan dalam pengadilan di New York untuk menjawab pertanyaan Jaksa Agung, dan dalam kondisi itu hukum tidak dapat bertindak melawan kerajaan. (Baca: Geger Saudi VS Barack Obama dan Amerika)

Haykal menambahkan bahwa UU ini menegaskan pada pemimpin Arab bahwa pemerintahan Presiden AS Barack Obama telah melepaskan para sekutunya dalam area ini demi menjalin kedekatan politik dengan Iran,  Hubungan antara Riyadh dan Washingthon sangat dingin sejak tiga tahun terakhir ini terutama karena kebijakan ragu-ragu presiden Barack Obama terkait Suriah, dan pemulihan hubungan baru antara Washingthon dan Teheran. Riyadh membantah dengan tegas atas keterkaitannya dengan serangan 11 September. Komisi penyelidikan AS pada tahun 2004 membebaskannya dari keterlibatan Riyadh atas serangan tersebut. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment