Asal Tak Diekstradisi ke AS, Assange Siap Jalankan Proses Peradilan di Swedia

assange-e1479398251457

Jum’at, 18 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, LONDON – Ekuador melihat tidak ada masalah dengan Julian Assange untuk menghadapi tuduhan pemerkosaan yang sedang berlangsung di Swedia, asalkan ada jaminan bahwa pendiri WikiLeaks itu tidak akan diekstradisi ke AS jika nantinya harus mengikuti proses persidangan.

“Jika kami dapat memperoleh jaminan bahwa Assange tidak akan menghadapi ekstradisi ke negara ketiga, saya pikir tidak apa-apa baginya untuk menghadapi pengadilan Swedia, jika ada tuntutan,” kata Menteri Luar Negeri Ekuador Guillaume Long dalam wawancara dengan sebuah stasiun radio lokal, seperti dikutip Russia Today, Kamis (17/11). (Baca juga: WikiLeaks: 4 Tahun Terkurung di Kedutaan Ekuador, Jullian Assange Mulai Tertekan)

Assange melarikan diri ke kedutaan Ekuador di London pada 2012, setelah negara itu memberikan kepadanya suaka menyusul penerbitan kabel diplomatik rahasia AS oleh situsnya, WikiLeaks.

Jika ia meninggalkan kedutaan, pendiri WikiLeaks itu kemungkinan besar akan diekstradisi ke Swedia untuk menghadapi tuduhan perkosaan dari 2010, dan berpotensi diekstradisi ke AS, di mana ia bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup karena membocorkan rahasia AS. (Baca juga: Inggris Halangi Assange Jalani Pemeriksaan Medis Di Rumah Sakit London)

Pernyataan Long ini diungkap setelah jaksa melakukan wawancara dua hari dengan Assange di Kedutaan pada hari Selasa, sebagai bagian dari penyelidikan untuk menentukan apakah akan mendakwanya dengan kejahatan seks yang dituduhkan atau tidak.

Pertanyaan-pertanyaan ditanyakan oleh jaksa Ekuador, di hadapan jaksa Swedia dan penyidik polisi. Sebuah keputusan pada penyelidikan lebih lanjut mungkin belum dipublikasikan. (Baca juga: Permintaan Suaka Julian Assange Ditolak Prancis)

Assange belum didakwa atas kejahatan seks yang dituduhkan dan ia membantah telah berbuat salah.

Meskipun para pejabat itu pada hari Senin mengatakan bahwa mereka akan mencari sampel DNA dari pendiri WikiLeaks tersebut, tidak jelas apakah Assange memberikan persetujuan atau mau menyediakan sampelnya. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment