Assad: Kami Siap Gabung AS Jika Trump Menepati Janjinya Melawan Terorisme

bashar-assad-reuters

VOA-ISLAMNEWS.COM, DAMASKUS – Donald Trump memenangkan pemilu dan saat ini terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) dalam Pemilu 8 November 2016 lalu menggantikan Barack Obama. Bashar al-Assad menyebutkan Suriah siap gabung AS jika Trump menepati janjinya melawan terorisme. (Baca: Donald Trump Bongkar Kebusukan Saudi dalam Perang Suriah)

“Kami tidak bisa memberitahukan kepadanya apa yang harus dia lakukan namun jika dia akan memerangi teroris, tentu saja kami akan otomatis menjadi sekutunya bersama Rusia, Iran dan banyak negara lainnya,” kata Assad kepada stasiun televisi RTP Portugal, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (16/11/2016).

Ketika ditanya soal janji kampanye Donald Trump, Bashar Assad menyarankan AS agar lebih fokus untuk memerangi ISIS. Assad menyambut langkah itu dan mengingatkan agar tetap waspada.

“Saya mengatakan hal ini cukup menjanjikan, tapi apakah dia bisa tepati janjinya?,” tanya Assad yang saat wawancara berbahasa Inggris. (Baca: HEBOH! Donald Trump: Sejumlah Perwira dan Tentara AS Curi Uang Jutaan Dolar di Irak)

“Apakah Trump bisa melaksanakan tekadnya itu? Apakah dia bisa mengimbangi administrasi pasukan dari media mainstream yang melawannya? Bagaimana dia menghadapinya,” tanya Assad.

Bashar Assad tampak belum yakin dengan janji yang telah dikatakan oleh Presiden AS terpilih Trump pada kampanyenya. Saat itu Trump berjanji akan ikut serta memerangi terorisme.

“Itu sebabnya kami masih meragukan apakah dia mampu untuk menepati janjinya atau tidak. Hal ini yang menyebabkan kami sangat berhati-hati menilai dirinya, terlebih setelah melihat latar belakangnya bukan dari politikus,” tambahnya.

Sebelumnya saat diwawancarai oleh The Wall Journal pekan lalu, Donald Trump mengaku memiliki sudut pandang yang berbeda dengan kebanyakan orang ketika melihat kasus Suriah.

“Saya memiliki pandangan berbeda dengan banyak orang terkait Suriah,” kata presiden yang diusung oleh Partai Republik itu. (Baca: Inilah Sumber Konflik dan Perang Suriah)

Trump menambahkan jika AS menyerang Bashar Assad dia akan berakhir bertarung melawan Rusia yang menjadi sekutu rezim Suriah. Assad juga menuduh AS ikut campur dalam masalah negara lain.

“Mereka berpikir bahwa mereka adalah polisi dan hakim bagi setiap negara di dunia. Namun nyatanya tidak,” tegas Assad. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment