Bahas Demo 212, Kapolri Kunjungi Markas PBNU

tito_agil_siradj

Minggu, 27 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian hari ini melakukan silaturahim ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Kramat Raya, Jakarta. Kunjungannya kali ini tidak lain untuk meningkatkan komunikasi antara aparat penegak hukum dengan organisasi Islam, khususnya dalam membahas wacana aksi lanjutan setelah 4 November.

Tito mengatakan pihaknya meyakini aksi damai yang dilakukan 4 November lalu murni sebagai bentuk tuntutan proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta non-aktif, atas dugaan penistaan agama. Namun, Tito menyayangkan aksi tersebut disusupi oleh sekelompok orang dengan kepentingan golongan mereka.

“Saya sangat yakin aksi bela Islam yang 4 November saya sudah komunikasi banyak dengan habib dengan semua komponen saya dialog dan saya tangkap semua nuansanya kasus Ahok minta proses hukum, tapi ada kelompok kelompok lain yang ingin menggunakan isu ini,” ujar Tito di kantor PBNU, Jakarta, Minggu (27/11).

Tito menambahkan keyakinannya ada sekelompok orang yang memanfaatkan aksi damai 4 November lalu dibuktikan dengan tertangkapnya beberapa orang yang dianggap sebagai penyusup dari aksi tersebut.

Setidaknya, sudah ada 9 orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri yakni Saulihun alias Abu Nusaibah, Alwandi Supandi alias Abu Usamah, Reno Suhartono alias Kholid alias Jack, Dimas Adi Saputra alias Abu Khotob.

Ada pula tersangka Wahyu Widada alias Abu Karim, dan terakhir ada Ibnu Aji Maulana. Kesembilan tersangka yang kini sudah diamankan pihak kepolisian diduga menganut kelompok radikal yang difasilitasi oleh ISIS.

Tito menyebut, kesembilan orang tersangka itu merupakan jaringan dari Majalengka. “Majalengka, mereka kelompok yang pada waktu acara 4 November. Mereka mau ada kegiatan tapi kemudian kita pantau terus dan kita monitor terus itu salah satu yang saya sebutkan, ada kelompok-kelompok yang akan melakukan acara makar,” kata Tito.

“Mereka mendompleng dengan membawa isu lain masuk diantaranya mengubah negara, menggulingkan Presiden dengan cara duduki DPR, kemudian ada juga yang ini chaos supaya terjadi kekacauan ini di antaranya kelompok teror,” tukasnya. [voai]
Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment