Banser Kerahkan 112 Ribu Personel Terkait Maraknya Penghinaan Terhadap Kyai

banser_imeg.jpg

Rabu, 30 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, JATENG – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, memerintahkan ke seluruh kader termasuk Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Tengah, merapatkan barisan dan meningkatkan soliditas. Ini terkait tengah memanasnya perbedaan pendapat di dunia maya hingga berujung menghina para ulama.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Ikhwanuddin menjelaskan, sesuai penegasan Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, perbedaan pendapat dilontarkan berbagai pihak di dunia maya semakin memanas dan dapat menyulut konflik.

Apalagi, sebelumnya beberapa ulama dan tokoh agama seperti Buya Syafii Maarif, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, KH Quraish Shihab, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) hingga KH Maemun Zubair (Mbah Maemun), tak luput dari cacian, kecaman, bully dan makian dari netizen di media sosial (sosmed).

Akhirnya, sejumlah pelaku berhasil dideteksi para pasukan Banser di berbagai daerah, para pelaku diantar untuk bertemu langsung dengan para tokoh tersebut. Mereka menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Menyikapi kondisi ini, pihaknya menginstruksikan pada 112 ribu Banser di Jawa Tengah melakukan patroli. “PW GP Ansor Jateng menginstruksikan ke Banser untuk melakukan patroli di sosial media,” tegas Ikhwanuddin, Selasa (29/11).

Dia juga menegaskan, meski telah menyiagakan kader ahli di bidang IT, patroli juga dilakukan pasukan ‘Banser Darat’. Keduanya saling berkoordinasi berbagi informasi dan data.

Kami sudah menyiagakan pasukan. Baik pasukan khusus yang menangani IT, maupun pasukan darat untuk melakukan klarifikasi dan tabayun ke pelaku dengan mendatangi rumah yang bersangkutan, tegasnya.

Namun, Ikhwanuddin menambahkan, PW GP Ansor Jateng meminta pada seluruh kader di Jateng yang bergerak di lapangan untuk tetap berkoordinasi dengan pimpinan. Jangan sampai gerakan di luar komando. “Semua harus sesuai komando sesuai instruksi Ketua Umum,” tegasnya.

Ansor juga mendesak pada aparat penegak hukum untuk memroses pelaku yang menebar kebencian dan melanggar UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelumnya, Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Tutut, menyesalkan sikap netizen yang melontarkan hinaan ke para Ulama. Sebab, selain lebih tua para Ulama tersebut adalah panutan umat. “GP Ansor mengimbau netizen lebih dewasa dan santun dalam menggunakan media sosial. Tak pantas rasanya akun-akun media sosial yang menghina Kiai dan Ulama itu justru banyak milik anak-anak muda yang seharusnya memberi rasa hormat kepada orang lebih tua. Apalagi beliau-beliau itu panutan umat,” tandas Gus Tutut. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment