Banyak Ular Berbisa di Perbatasan, Korut Tuding Korsel Dalangnya

ular
Jum’at, 29 Juli 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, PYONGYANG – Ular dalam jumlah yang sangat besar ditemukan melata keluar dari sungai Yalu di perbatasan antara Korea Utara dan Selatan. Otoritas Korea Utara menuding pihak Korea Selatan telah melakukan “siasat licik” untuk mengacaukan tetangga utara mereka dengan melepaskan begitu banyak reptil tak berkaki tersebut.

Menurut sumber di provinsi Ryanggang berbatasan dengan China, unit patroli telah diperintahkan untuk menangkap ular-ular tersebut karena mereka melata disepanjang tepi utara Sungai Yalu. Sumber tersebut juga menyatakan bahwa Pyongyang menuduh dinas intelijen Korea Selatan melakukan “skema licik untuk menantang kesatuan negara kami.” Beberapa sumber di provinsi Ryanggang dikatakan telah menguatkan klaim ini. (Baca juga:Eksekusi Mati Menteri Pertahanan Korut di Depan Publik)

Terkait hal ini, Kementerian Keamanan Rakyat dan Lembaga Publik Korea Utara juga mengeluarkan peringatan keras kepada penduduk Ryanggang untuk selalu berhati-hati dan waspada. Pasalnya, ular-ular itu dikabarkan berbisa. Beredar rumor bahwa kedatangan mereka sudah menimbulkan korban di sejumlah kawasan.

Sputnik melaporkan pada Rabu (27/07) kemarin bahwa beberapa orang Korea Utara tak percaya bahwa Korsel melakukan semua (upaya licik) itu. “Bahkan, anak berusia tiga tahun pun tidak percaya kalau Korsel tega menyerang tetangganya dengan ular,” katanya. (Baca juga:Korea Utara Kembali Lakukan Uji Coba Rudal Balistik Musudan)

Sumber yang dimaksud juga mengatakan, kemungkinan informasi seperti itu disebarkan pemerintah untuk secara psikologis mempersenjatai orang-orang menghadapi pertempuran 200 hari melawan Korsel dan Amerika Serikat. Menurutnya, begitulah kira-kira sentimen yang beredar di kalangan tentara.

Narasumber tersebut mencontohkan, dulu Korut juga pernah mengeluarkan propaganda tentang banyaknya hama di ladang jagung merupakan skema imperialis AS. “Tentu saja kelangkaan pestisida adalah penyebab sebenarnya hama-hama itu merajalela,” jelasnya.(VAOI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment