Beberapa Pemimpin Negara Ajukan Permintaan Bertemu Jokowi di Sela-sela KTT G20 di China

jokowi dodo

VOA-ISLAMNEWS.COM, CHINA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, ada beberapa pimpinan negara mengajukan permintaan untuk lakukan agenda pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi kelompok negara G20 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, pada 4-5 September 2016.

“Ada permintaan dari Argentina, Saudi (Arab Saudi). Biasanya sambil jalan nanti berkembang juga,” kata Retno saat transit di Bandar Udara Internasional Hong Kong menuju Kota Hangzhou, Kamis (1/9/2016).

Retno juga mengungkapkan bahwa pertemuan dengan para pimpinan negara kemungkinan sebelum pembukaan KTT G20 pada 4 September 2016. (Baca: Jokowi TOP! Perangkat Daerah Ditetapkan Melalui Perda harus Disetujui Pemerintah Pusat)

“Mungkin pagi tanggal 4 (September), karena meeting-nya (KTT G20) mulai siang hari,” ucap Menlu yang berangkat ke Hangzhou bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Menurut dia, Presiden berangkat ke Hangzhou, Jumat (2/9), dan akan langsung bertemu dengan Presiden China Xi Jin-ping.

“(Dengan) Xi Jin-ping akan membahas economic happy. Semua ekonomi dibahas, perdagangan masuk, investasi juga masuk,” kata Menlu.

Dalam kunjungannya ke China, lanjut Retno, Presiden juga dijadwalkan bertemu dengan komponen masyarakat Indonesia dan berbicara pada forum “Business-20” di Shanghai, Sabtu (3/9).

“Presiden ke Shanghai akan naik kereta cepat,” kata Retno. (Baca: Denny Siregar: ‘Kacamata Benar dan Salah’ Lihat Kemana Jonru Berpihak)

Menlu juga mengungkapkan bahwa Presiden ke China didampingi beberapa menteri untuk pertemuan KTT G20 dan Forum Bisnis. Di antaranya, Menko Maritim Luhut Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menlu Retno, dan Menkominfo Rudiantara.

Menkominfo Rudiantara menambahkan bahwa dirinya akan melakukan presentasi di Forum Business tentang infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

“Salah satunya adalah Palapa Ring. Ini diperlukan untuk menarik investasi karena dengan adanya infrastruktur telekomunikasi bisa menarik para investor,” kata Rudiantara. (VOAI)

Sumber; Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment