Berita “Bocah di Kursi Oranye”, Rusia: Kami Tidak Pernah Serang Daerah Berpenduduk

konashenkov.jpg

Sabtu, 20 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSKOW – Kementerian Pertahanan Rusia membantah laporan media massa Barat yang beramai-ramai melaporkan adanya dugaan serangan udara yang dilakukan oleh penerbangan Rusia di lingkungan sipil kota Aleppo, Suriah, pada 17 Agustus lalu.

Sebelumnya beberapa media massa telah menerbitkan foto seorang anak lima tahun yang mereka katakan bernama Omran Daqneesh, yang diselamatkan dari reruntuhan bangunan di daerah yang telah diisolasi oleh teroris. Laporan mengklaim bangunan itu hancur dalam serangan udara yang dilakukan oleh Pasukan Kedirgantaraan Rusia. (Baca juga:VIRAL! Drama Kebohongan Terbaru White Helmet “Bocah Terluka di Kursi Oranye”)

“Kami telah berulang kali menekankan bahwa pesawat dari Pasukan Kedirgantaraan Rusia di Republik Arab Suriah tidak pernah menyerang sasaran di daerah berpenduduk. Insiden di Qaterji, Aleppo, yang disebutkan media Barat, berbatasan dengan dua koridor yang baru dibuka untuk memberikan akses yang aman bagi warga setempat (untuk keluar dari lingkungan itu.) sebagai bagian dari operasi kemanusiaan Rusia,” ungkap Igor Konashenkov, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia kepada wartawan, sebagaimana dikutip kantor berita TASS, Jum’at (19/08).

Konashenkov menunjukkan bahwa pola kerusakan bangunan menunjukkan bahwa jikapun memang ada serangan, serangan itu tidak mungkin dilakukan oleh jet-jet tempur, melainkan akibat serangan tabung gas yang banyak digunakan oleh kelompok teroris di sana. (Baca juga:Rusia; AS dan ISIS Satu Suara)

Juru bicara Kemenhan Rusia itu juga mengatakan bahwa para petugas dari pusat rekonsiliasi Rusia untuk Suriah yang saat ini berada di Aleppo setiap harinya mendaftar segala insiden yang terjadi. Menurutnya, setiap hari di Aleppo, berbagai rumah penduduk dan jalanan di kota diserang para gerilyawan dengan menggunakan peluncur roket ganda buatan sendiri dan senjata artileri.

“Para militan terus mengepung wilayah timur kota itu untuk memotong pasokan bantuan medis atau bantuan (kemanusiaan) lainnya untuk warga lokal di sana,” kata Konashenkov menambahkan. (Baca juga:Teroris Akui Kehilangan Banyak Anggota dalam Pertempuran Aleppo)

“Tentu saja, nasib anak-anak yang harus hidup dan berjuang di wilayah Aleppo yang dikepung teroris adalah suatu tragedi. Namun, klaim sinis yang disebarluaskan beberapa media Barat dalam menggembar-gemborkan sensasi anti-Rusia mereka adalah suatu kejahatan moral,” kata Konashenkov menegaskan. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment