Bom Bunuh Diri di Gereja Katolik Medan, Pelaku Terinspirasi Teror di Perancis

SANTO

Senin, 29 Agustus 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Pelaku penyerangan di Gereja St Yosep, Jalan Dr Mansyur, Medan, IAH (17), ternyata terinspirasi dari teror di Prancis. Polisi pun mendalami keterkaitan serangan yang dilakukan remaja itu coretan mirip lambang ISIS yang ditemukan di rumahnya. (Baca: BELAJAR DARI SURIAH, Inilah Karakteristik Ashabul Fitnah yang Hancurkan Sebuah Bangsa)

“Dari penggeledahan rumah memang ada coret-coretan tangan (mirip lambang ISIS). Tadi sempat kita interogasi, tersangka yang mengaku melihat dari internet kejadian di Prancis sehingga terinspirasi. Namun pengakuan ini masih kita selidiki,” jelas Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Minggu (28/8) malam.

Dari penggeledahan itu, petugas juga menemukan kabel, pentul korek api, hingga buku-buku robotik. Namun, Mardiaz belum menyatakan benda yang ditemukan dalam penggeledahan maupun yang dibawa IAH saat penyerangan sebagai bom. (Baca: NU Target Utama Takfiri)

“Masih dianalisis tim laboratorium forensik. Kita belum bisa nyatakan apa isinya,” ucapnya. Motif penyerangan yang dilakukan IAH juga disebutkan masih didalami petugas. Mardiaz menyatakan, kesimpulan penyelidikan nantinya akan disampaikan kepada publik. (Baca: Kepolisian Deteksi Ada 180.000 Akun Penyebar Kebencian di Media Sosial)

Sejauh ini polisi sudah memeriksa 9 orang saksi terkait serangan ini. Saksi itu dari pihak gereja dan keluarga IAH. (Baca: Surat ‘Ancaman’ Terbuka Pendukung Daulah Islamiyah kepada Pemerintah, TNI, Densus, BNPT, DPR, MPR)

Untuk sementara ini, IAH dijerat dengan UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 340 dan Pasal 338 KUH Pidana. “Kita masih mendalami, karena tersangka masih syok saat diamankan tersangka mengalami luka pada wajah,” jelas Mardiaz.

Sebelumnya, Mardiaz kembali merinci peristiwa penyerangan berupa ancaman dan tindak kekerasan yang dilakukan tersangka berinisial IAH. Peristiwa itu terjadi di Gereja St Yosep, Jalan Dr Mansyur, Medan, Minggu (28/8) sekitar pukul 8.30 WIB. (Baca: Aneh, Pengelola Situs Radikal Merasa Dirinya Ramah)

“Tersangka yang ikut misa di gereja duduk di barisan 7 mengenakan ransel. Saat dia berdiri saksi melihat ada percikan api dari ranselnya. Tersangka langsung mengejar pastur yang sedang khotbah di altar. Pastur coba lari terus dikejar dan diserang pelaku hingga terluka di lengan sebelah kiri,” jelas Mardiaz. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment