Buat Cerita Perampokan Palsu, IOC Selidiki Atlet Renang AS

Ryan Lochte

Sabtu, 20 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, RIO DE JANEIRO – Komite Olimpiade Internasional (IOC) memulai penyelidikan disipliner kepada atlet renang AS, Ryan Lochte, menyusul keterangan palsunya yang menyatakan bahwa ia telah dirampok di bawah todongan senjata di sebuah pompa bensin di Rio de Janeiro.

Juru bicara IOC, Mark Adams, mengatakan kepada The Associated Press bahwa panel dibentuk pada hari Jumat untuk menyelidiki perilaku orang-orang yang terlibat.

Lochte, 32 tahun, telah mengarang cerita bahwa ia dan tiga perenang lainnya dirampok oleh orang-orang yang berpura-pura menjadi petugas polisi. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, pengadilan Brasil menemukan beberapa kejanggalan dari cerita Lochte. Salah satu kejanggalan soal bedanya keterangan pelapor saat kembali ke perkampungan atlet dengan bukti kamera pengawas (CCTV).

Bahkan, Lochte bersama rekan-rekannya terlihat tidak trauma atas kejadian yang telah dialami. Dalam kamera pengawas, mereka kembali ke tempat menginap justru dalam kondisi gembira.

Pada hari Kamis, Kepala kepolisian Brasil, Fernando Veloso, menjelaskan bahwa para perenang itu sebenarnya telah ditahan oleh penjaga keamanan setelah mabuk dan merusak kamar mandi di sebuah pompa bensin. Lochte sendiri mengklaim bahwa dia tidak berbohong dan bahwa ada tiga menit yang hilang dari rekaman CCTV yang dirilis. Ia mengklaim bahwa beberapa menit yang hilang itu akan menunjukkan saat ia dan rekan-rekannya tengah dirampok dari taksi di bawah todongan senjata.

Namun demikiaN, dalam pernyataan yang diposting di Twitter pada Jumat (19/08) kemarin, peraih dua belas kali medali Olimpiade ini meminta maaf atas perilakunya.

“Saya meminta maaf atas perilaku pada akhir pekan lalu. Saya tidak berhati-hati dan jujur soal bagaimana menggambarkan peristiwa yang saya dan teman-teman alami. Saya hanya berusaha mengambil sudut pandang bahwa banyak atlet ingin memenuhi impian tampil di Olimpiade,” tulis Lochte.

Lochte memberikan pernyataan ini setelah mengetahui tiga rekannya, Gunnar Bentz, Jack Conger, dan Jimmy Feigen diperbolehkan meninggalkan Brasil setelah sebelumnya paspor mereka sempat ditahan. Khusus Feigen, dia bahkan menyumbangkan 11.000 dolar AS kepada badan amal setempat sebagai bentuk permintaan maaf.

Terkait insiden ini, Komite Olimpiade Amerika Serikat (USOC) meminta maaf kepada pihak penyelenggara dan publik Brasil, khususnya Rio de Janeiro, atas tindakan empat perenangnya tersebut.

Chief executive officer USOC, Scott Blackmun, menjelaskan kronologi kejadian sebenarnya lewat sebuah keterangan resmi. “Seperti yang kami ketahui, empat atlet ini meninggalkan France House pada 14 Agustus pagi menggunakan taksi menuju Kampung Atlet. Mereka kemudian berhenti di stasiun pengisian bahan bakar untuk menggunakan toilet, di mana salah satu atlet melakukan tindakan pengrusakan,” demikian pernyataan Blackmun, seperti dikutip Sydney Morning Herald, Jumat (19/08).

“Terjadi argumen antara atlet dan dua petugas keamanan, yang memperlihatkan senjata mereka, meminta para atlet turun dari kendaraan dan membayar kerugian. Setelah petugas keamanan menerima uang dari para atlet, mereka dipersilakan untuk pergi,” lanjut pernyataan itu.

Blackmun mengatakan tindakan keempat perenang AS ini tak bisa diterima dan tidak mewakili nilai-nilai dari kontingen AS. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment