Bukannya Ditolong, Gadis Afghanistan Justru Diperkosa Kepala Polisi Saat Laporkan Pemerkosaan

gadis-afganistan-diperkosa

Selasa, 8 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, KABUL – Seorang gadis Afghanistan mengaku telah diperkosa oleh seorang komisaris polisi saat ia berada di kantor polisi untuk melaporkan kasus pemerkosaan yang sebelum itu telah menimpanya.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh Reuters pada hari Senin, (07/11), Mariam, 18 tahun, diculik dari rumahnya di provinsi Balkh Afghanistan bagian utara pada awal tahun dan diperkosa oleh dua orang.

“Ketika saya pergi dengan ayah saya untuk melaporkan kasus pemerkosaan, komisaris polisi memerintahkan ayahku menunggu di luar, dan membawa saya ke kantornya di mana ia juga memperkosa saya,” katanya.

Setelah peristiwa itu, komisaris, Akram Zareh, mengatakan kepada Mariam untuk “tutup mulut” atau dibunuh.

Kurangnya polisi wanita di Afghanistan telah mengakibatkan sebagian besar kasus perkosaan di negara itu tidak dilaporkan. Penelitian menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh perempuan di negara ini telah disiksa secara fisik ataupun seksual dengan berbagai cara, tetapi hanya beberapa dari insiden ini yang dilaporkan.

Menurut kelompok hak asasi manusia Oxfam, bahkan jika kasus pemerkosaan dilaporkan, kasus itu jarang ditangani, dan bahkan dapat mengakibatkan pelecehan lebih lanjut.

Zareh sendiri membantah melakukan kesalahan dalam kasus ini dan mengklaim sebagai ia adalah seorang perwira jujur yang taat hukum.

“Saya berumur 60 tahun. Dia itu bagaikan putri saya sendiri … Ini adalah siasat licik untuk melawan saya,” katanya.

Ayah Mariam telah membawa putrinya itu ke ibukota Kabul untuk menarik perhatian atas nasibnya dan mencari keadilan untuk itu.

“Putri saya mengatakan bahwa ia akan membakar dirinya hidup-hidup, karena ia tidak bisa keluar dari rumah dan tidak bisa memandang siapa pun karena malu,” katanya.

Sejauh ini telah bertemu dengan Jaksa Agung Afghanistan yang telah bersumpah untuk menyelidiki klaimnya.

“Menghormati privasinya, Jaksa Agung meminta Mariam untuk menceritakan kisahnya kepada petugas wanita anti-kekerasan khusus secara pribadi,” kata juru bicara Kejaksaan Agung.

“Setelah mendengar kasus ini, Jaksa Agung menunjuk jaksa provinsi Balkh dan jaksa militer khusus untuk menyelidiki dan melaporkan hasil penyelidikan mereka sesegera mungkin,” tambahnya.

Miriam telah bersumpah untuk tinggal di ibukota sampai dia memperoleh keadilan, kepala polisi Zareh saat ini masih di distriknya dan sedang diselidiki dalam kasus pemerkosaan lain. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment