Campur Tangan Asing di Papua Mendapat Penolakan AMPI

VOA-ISLAMNEWS.COM, Jakarta – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Indonesia (AMPI) turun di Bundaran Patung Kuda Indosat Jakarta, Jumat (3/3/2017) pagi. Dalam aksinya mereka menolak campur tangan asing dalam persoalan Papua dan Indonesia.

Korlap aksi Ali Loilatu berkata “Kami meminta kepada negara-negara asing menghentikan provokasi mahasiswa Papua untuk memisahkan diri dari Indonesia”.

Ali mengatakan , Papua adalah Indonesia, Indonesia adalah Papua. Jadi jangan biarkan bangsa asing memecah belah Papua, mengobok-obok Indonesia hanya demi menguasai sumber alam Indonesia, sumber alam Papua. Biarkan Papua Indonesia menyelesaikan masalah sendiri tanpa campur tangan bangsa lain. Persoalan papua adalah persoalan dalam negeri Indonesia.

“Tidak pantas dijual ke bangsa asing demi uang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ali mengingatkan agar jangan terjebak skenario asing untuk menginternasionalisasi masalah Papua. Mereka hanya menginginkan sumber daya alam dengan memecah belah bangsa Indonesia, bangsa Papua. Sebab, menurut dia, Pemerintah Jokowi sudah berkomitmen membangun Papua bahkan perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur sudah mulai menampakkan hasil yang menggembirakan.

Oleh karenanya menginternasionalisasi masalah Papua merupakan langkah mundur dalam pembangunan papua yang berkeadaban.

“Mereka yang menginginkan orang asing untuk ikut dalam penyelesaian papua sesungguhnya adalah orang-orang yang berjiwa kerdil bermental penjajah,” bebernya.

Disaat pemerintah menunjukan keseriusan melakukan pembangunan di Papua, Ali menengarai ada segelintir antek-antek asing yang ingin merusak mimpi anak-anak Papua mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Dia pun menyerukan masyarakat Papua untuk bersatu padu melawan anasir-anasir di Papua yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan justru menghamba kepada kepentingan asing untuk memecah belah bangsa Papua.

“Tuntutan kemerdekaan Papua sama saja menghancurkan mimpi anak-anak Papua untuk hidup sejajar dan berdampingan dengan anak-anak Indonesia di daerah lain,” kata Ali.

“Setiap upaya yang berusaha mengganggu pembangunan Papua wajib hukumnya untuk secara bersama-sama kita lawan. Kami meminta pemerintah Indonesia menyesaikan persoalan di Papua melalui hukum yang berkeadilan agar tidak memberi celah antek-antek asing menjual tanah papua dengan isu-isu kemerdekan,” tandasnya.

Lebih jauh, Ali berpesan agar asing mengurusi persoalan dalam negerinya ketimbang ikut campur urusan dalam negeri Indonesia. Pihaknya juga menyerukan kepada masyarakat Papua untuk mendukung komitmen pemerintah membangun Papua. (VOAI/harianterbit)

 

Related posts

Leave a Comment