Campuri Urusan Suriah, AS Sembunyi Dibalik Topeng Kemanusiaan

president-al-assad_politika-1

Jum’at, 4 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, DAMASKUS – Presiden Bashar al-Assad menegaskan bahwa Amerika Serikat dan sekutu Baratnya adalah yang harus disalahkan atas kegagalan gencatan senjata terbaru, karena bagi mereka terorisme dan teroris adalah kartu yang ingin mereka mainkan di arena Suriah.

Dalam sebuah wawancara yang diberikan kepada surat kabar Serbia, Politika, Presiden al-Assad mengatakan bahwa Rusia sangat serius dan sangat bertekad untuk terus memerangi teroris, sedangkan Amerika mendasarkan politik mereka pada nilai yang berbeda karena mereka menggunakan teroris sebagai kartu untuk bermain permainan politik guna melayani kepentingan mereka sendiri dengan mengorbankan kepentingan negara-negara lain di dunia.

Presiden al-Assad menunjukkan bahwa negara-negara Barat ingin menggunakan topeng kemanusiaan dalam rangka mencari alasan untuk campur tangan lebih jauh di Suriah, baik dengan kehadiran militer atau dengan mendukung teroris.

“Sebenarnya, Barat, terutama Amerika Serikat, telah sengaja membuat tekanan mengenai gencatan senjata, dan mereka selalu meminta gencatan senjata hanya ketika teroris berada dalam situasi yang buruk, bukan untuk warga sipil. Mereka mencoba untuk menggunakan gencatan senjata untuk mendukung teroris, memasok dukungan logistik, persenjataan, uang, dan segala sesuatu, untuk kembali menyerang dan untuk menjadikan teroris lebih kuat lagi,” kata Presiden Suriah sebagaimana dikutip SANA, Kamis (03/10).

“Ketika itu tidak berhasil, mereka meminta para teroris untuk membuatnya gagal atau mulai menyerang lagi. Jadi, siapa yang harus disalahkan? Amerika Serikat dan sekutu negara-negara Barat tentu saja, karena bagi mereka, teroris dan terorisme adalah kartu yang ingin mereka mainkan di arena Suriah, itu bukan nilai, mereka tidak melawan teroris. Bagi mereka, mendukung teroris berarti mengobarkan perang terhadap Suriah, terhadap Iran, melawan Rusia, itulah cara mereka melihat itu. Itu sebabnya tidak hanya gencatan senjata ini, setiap usaha mengenai gencatan senjata atau gerakan politik atau inisiatif politik, setiap kegagalan mengenai hal ini, Amerika Serikat adalah pihak yang harus disalahkan,” jelas sang Presiden. (voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment