CNN Tampilkan Wajah Muslimah dalam Laporan Video Perekrutan ISIS

aab81137295170bf26ae4613846eab72-e1471331352965.jpg

Selasa, 16 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, MICHIGAN – Seorang Muslimah asal Michigan Amerika begitu terkejut ketika mengetahui wajahnya muncul dalam sebuah video perekrutan milisi ISIS yang dilaporkan oleh kantor berita ternama CNN.

Subyek siaran berita CNN kala itu adalah Omar Omsen, seorang pria yang diduga merekrut hampir 80 persen dari relawan yang pernah bergabung dengan kelompok terror terkenal di Suriah dan Irak tersebut.

Menurut laporan Daily dot pada Kamis lalu, wanita yang aslinya hanya warga biasa dan tidak memiliki hubungan sama sekali dengan kelompok teror itu mengetahui bahwa dirinya masuk dalam video ISIS yang diunggah CNN setelah suaminya melihat video itu. Wanita tersebut ingin namanya dirahasiakan karena takut jika nanti akan ada pembalasan terhadapnya.

Keluarga wanita tersebut kemudian memilih untuk mencari bantuan dari Komite Anti-Diskriminasi Arab-Amerika, yang kemudian melobi CNN untuk menghapus video yang menyinggung itu serta mengeluarkan klarifikasi.

“Bayangkan (anda) melihat video tentang perekrutan ISIS, dan tiba-tiba, disana ada gambar Anda,” ungkap Abed A.Ayoub, direktur kebijakan di Komite Anti-Diskriminasi Arab- Amerika kepada Daily Dot.

“Ya, dia terkejut. Pada awalnya, marah, dan ada rasa tidak percaya dari suaminya juga.”

Menurut Daily Dot, CNN memperoleh rekaman video lama yang sudah berusia lebih dari 10 tahun, di mana wanita itu tengah menyanyikan lagu kebangsaan AS, dan bendera Amerika melambai di belakangnya. Tidak jelas bagaimana CNN menemukan rekaman itu atau bagaimana pihak kantor berita itu bisa berpikir bahwa rekaman didalamnya sesuai digunakan untuk video tentang kelompok Salafi Islam radikal (ISIS).

Video itu menurut Daily dot sudah dihapus pihak CNN.

Setelah kasus keliru dan pelaporan salah, yang telah dibawakan media mainstream ternama itu, pihak keluarga kini sangat menghkawatirkan keselamatan anak-anak mereka, karena orang-orang mulai menduga bahwa wanita itu adalah teroris.

“Kesalahan-kesalahan ini memiliki konsekuensi,” kata Ayoub kepada Daily Dot. Mereka telah meminta pertemuan dengan petinggi media itu, untuk memastikan insiden seperti ini tidak terjadi lagi. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment