DAHSYAT!! Tax Amnesty Era Jokowi Pecahkan Rekor Dunia

rekor-dunia-tax-amnesty

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURABAYA – Sungguh pencapaian yang luar biasa dan tak disangka-sangka. Baru menjelang akhir periode I tax Amnesty, deklarasi harta baik di dalam negeri dan di luar negeri telah mencapai lebih dari 2.514 Triliun. Ini ‘gila’ namanya! Sebelumnya tidak ada deklarasi sebesar ini sepanjang sejarah Tax Amnesty dari berbagai negara kecuali hanya Indonesia. (Baca: Yusuf Muhammad: Kesuksesan Tax Amnesty Bukti Kerja Keras Pemerintahan Jokowi)

Besarnya angka deklarasi tax amnesty menjadikan Indonesia sebagai pemecah rekor dunia, dan ini baru terjadi diera Presiden Jokowi.

Sekedar info bahwa jumlah penerimaan uang tebusan amnesti pajak (tax amnesty) hingga Rabu (28/9/2016), pukul 17.13 WIB, mencapai Rp 81,1 triliun, atau sekitar 49,15% dari target penerimaan uang tebusan sebesar Rp165 triliun hingga akhir program Maret 2017 mendatang.

Saya jadi makin percaya bahwa orang-orang Indonesia sebenarnya banyak yang kaya raya. Hartanya bertebaran dimana-mana. Ada yang di Singapura, Hongkong, China, Australia dan berbagai negara lainya. Sayang selama ini perusahan orang-orang kaya di Indonesia tidak terdata dan luput dari penerimaan pajak negara.

Bicara Tax Amnesti tentu bukan melulu soal berapa jumlah nilai tebusan yang didapat oleh Negara, namun yang lebih penting lagi adalah mengenai jumlah harta hasil deklarasi untuk pengenaan pajak tahun-tahun berikutnya, jadi UU tax amnesti bukanlah proyek jangka pendek akan tetapi proyek besar jangka panjang untuk kesejahteraan bangsa kita. (Baca: Denny Siregar: Gilanya Tax Amnesty)

Jadi disini saya mau menegaskan, bahwa hampir dapat dipastikan tahun-tahun berikutnya negara akan mulai rutin mendapatkan pajak dari para pengusaha kaya raya yang telah ikut Tax Amnesty. Hal ini juga sebagai jawaban atas luputnya penerimaan pajak yang semestinya didapatkan oleh negara selama puluhan tahun.

Saya juga ingin menegaskan, bahwa segala pencapaian positif adalah berawal dari buah pemikiran-pemikiran yang optimis, semangat gotong royong dan pantang menyerah. Tentunya semua itu akan menjadi sesuatu yang “perfectionist” jika dilakukan secara bersama oleh berbagai elemen, baik dari pemerintahan maupun masyarakat awam. Ingat, bahwa kesuksesan itu salah satunya dapat diraih dengan cara optimistis, bukan pesimistis! (voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment