Dampak Konflik Suriah, Jadikan Timur Tengah Banjir Darah

timur-tengah

Minggu, 27 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSKOW – Konflik Suriah yang dimulai pada tahun 2011 tidak dapat dianggap sebagai kejadian yang terisolasi, melainkan bagian dari krisis yang lebih besar yang menelan hampir semua negara Timur Tengah.

Karena krisis di Suriah terus berlangsung selama hampir enam tahun dan masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, menjadi jelas bahwa itu adalah lebih dari sekedar semacam konflik mandiri yang terbatas hanya pada satu bangsa saja.

Shamil Islamov, kepala Pusat Studi Strategis “Dunia-Islam Rusia “, mengatakan bahwa konflik Suriah mempengaruhi hampir semua negara di kawasan dan menjadikan Timur Tengah banjir darah..

“Isu-isu domestik di Turki hanyalah sebagian kecil yang dipengaruhi oleh situasi di Suriah. Prospek jangka panjang hubungan antara Irak dan Iran juga tergantung pada situasi Suriah. Dan dinamika konflik Suriah juga mempengaruhi situasi di Mesir, Israel, Jordan serta hampir di setiap sudut dunia, “katanya saat konferensi yang diadakan di pusat pers Badan Informasi Internasional Rusia ‘Rossiya Segodnya’.

Menurut Sultanov, apa yang terjadi di Suriah hanya dapat digambarkan sebagai “konflik yang sangat kompleks” yang tidak dapat disederhanakan dan dipersempit menjadi sekedar hubungan antara Rusia dan AS atau antara Turki dan Kurdi.

“Ia yang mencoba untuk menyederhanakan hal itu pasti akan gagal,” katanya.

Sultanov lebih lanjut menjelaskan bahwa krisis Suriah bukan fenomena mandiri melainkan berupa unsur yang lebih yaitu besar konflik Timur Tengah. “Ada model baru dari konflik Timur Tengah, dan krisis Suriah menjadi salah satu elemen kunci model tersebut,” ujarnya.

Sebagai bagian dari apa yang disebut Arab Spring, protes di Suriah yang berlangsung pada tahun 2011 mengakibatkan bentrokan antara pasukan pemerintah danpemberontak dukungan asing. Sejak itu, negara Timur Tengah itu telah terperosok dalam perang, yang melibatkan pasukan Damaskus, banyak faksi oposisi, serta kelompok-kelompok teroris, termasuk Daesh dan Jabhat Fatah al Sham dukungan asing. (VOAI)
Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment