Deklarasikan Dukungan Terhadap Teroris, Qatar Dapat Kecaman dari Suriah

b5ce3b2e-29ed-4190-bc94-c1e5fef17c4.jpg

Selasa, 29 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, DAMASKUS – Damaskus mengecam Qatar yang memperbaharui deklarasi dukungannya pada militan yang beroperasi di Suriah, dan mengatakan itu mengungkapkan partisipasi Doha dalam menyebarkan ideologi Takfiri.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam komentar Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani yang mengatakan Doha akan terus mempersenjatai militan Suriah bahkan jika Presiden AS terpilih Donald Trump memutuskan untuk mengakhiri dukungan Washington pada mereka.

Kementerian itu mengatakan bahwa komentar yang dikeluarkan oleh diplomat Qatar menunjukkan rezim di Doha “adalah salah satu sumber ekstremisme, terorisme dan berideologi Takfiri.” [Baca; Qatar Terus Dukung Teroris Suriah, Meski Trump Tarik Keluar Tentaranya]

Pernyataan tersebut hanyalah upaya “untuk menaikkan moral para kelompok teroris” dalam menghadapi kemajuan terbaru yang dicapai oleh tentara Suriah.

Pada hari Senin, tentara Suriah dan sekutunya mengumumkan penangkapan sebuah distrik strategis di Aleppo timur dari militan.

Televisi negara melaporkan bahwa pasukan tentara telah merebut kendali penuh distrik al-Sakhour di Aleppo timur. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menegaskan pemerintah telah mengambil kabupaten tersebut.

Sejak konflik dimulai di Suriah pada bulan Maret 2011, Qatar telah menjadi salah satu pendukung terkemuka militansi untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad. Laporan telah mengindikasikan bahwa monarki Qatar telah menyediakan senjata, dana dan liputan media untuk cabang utama al-Qaeda di Suriah, yang beroperasi selama lebih dari tiga tahun di bawah bendera Jabhat al-Nusra yang mengubah nama menjadi Jabhat Fateh al-Sham.

Qatar juga memainkan peran utama dalam mendorong Turki dan Amerika Serikat untuk mendukung militan anti-Assad. Namun, keuntungan baru-baru ini yang dibuat oleh tentara Suriah dan sekutunya di utara negara itu telah membuat para militan semakin sulit menerima senjata dan dana dari seberang perbatasan Turki. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment