Denny Siregar: Hati-hati!! Ada “Serigala Tunggal” Dibalik Aksi 4 November

serigala-tunggal

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – “Kembalinya pejuang ISIS ke negaranya masing-masing menciptakan fenomena baru yang dikenal dengan sebutan lone wolf. Fenomena ini tantangan baru yang perlu kita antisipasi”. (Baca: Ingin Hidup Dengan Sistem Khilafah Pindah Saja ke Saudi Jangan di NKRI)

Menurut Wiranto, beberapa di antara lone wolf tersebut merupakan veteran Suriah dan Irak, beberapa lainnya direkrut oleh ISIS, dilansir dari TribunNews (11/08).

Selain itu, ada juga yang menjadi radikal setelah didoktrin melalui media sosial (seperti facebook dan twitter) oleh kelompok ekstremis.

“Hal tersebut memerlukan perhatian serius dan membutuhkan kerjasama lanjutan,” ucap Wiranto.

Berdasarkan penelusuran informasi, istilah ‘serigala tunggal` atau ‘serigala sendirian’ (lone wolf) dipopulerkan oleh ekstremis ultra-kanan Amerika Serikat (AS) seperti Alex Curtis dan Tom Metzger pada awal 1990-an.

Aksi teror tersebut tidak menggunakan bahan peledak atau senjata api sebagaimana aksi-aksi teror yang lazim dilakukan oleh kelompok teroris selama ini.

Denny Siregar dalam websitenya juga menulis tentang bahayanya “Serigala tunggal” jika tiba-tiba masuk dalam demo 4 November ini, berikut tulisannya:

Pertanyaannya, “Kenapa demo 4 November ini sebegitu pentingnya sehingga gaungnya lebih besar dari demo-demo sebelumnya?”. (Baca: KH Aqil Siradj: ISIS Masuk Indonesia Secara Masif 2017 : Video)

Sebenarnya yang menjadi perhatian utama aparat bukan demonya. Menghadapi demo sudah menjadi makanan biasa untuk aparat dan mereka sukses mengawal demo supaya tidak terjadi anarki seberapapun banyaknya peserta.

Besarnya gaung demo 4 November ini lebih kepada peningkatan antisipasi aparat, karena disinyalir ada “para pengantin” yang diterjunkan ke dalam barisan pendemo. (Baca: Aksi Demo 4 November Usaha Bangkitkan Indonesia Spring)

Para pengantin ini tidak terikat dalam organisasi apapun, mereka sel lepas yang dimasukkan untuk membuat kekacauan. Dan pemerintah Indonesia pasti sudah diingatkan oleh dinas intelijen negara lain.

Bayangkan saja, apa yang terjadi ketika mereka meledakkan diri diantara kerumunan pendemo yang berjumlah ratusan ribu itu?

Mereka ini dikenal dengan nama “Lone Wolf” atau Serigala tunggal. Intelijen sudah lama mengetahui informasi ini. Para serigala tunggal ini sudah beraksi di seluruh dunia. Mereka tidak terikat jaringan apapun atau sel-nya sengaja diputus. Mereka belajar radikalisme dari internet dan mempunyai motif sendiri sesudah melalui proses cuci otak.

Ingat kasus di Tangerang kemarin, ketika seorang remaja menusuk polisi sesudah menempelkan gambar ISIS di pos polisi?. (Baca: Kapolri: Demo 4 November Ditunggangi Oleh Agenda Kelompok Khilafah)

Ingat peristiwa di Nice Perancis ketika seorang pelaku menabrakkan truk dengan kecepatan tinggi ke arah kerumunan orang yang sedang berpawai?.

Siapapun otak dibelakang layar demonstrasi tanggal 4 November ini, juga tidak mengira bahwa situasi menjadi sudah tidak bisa mereka kendalikan lagi. Ada “tangan” yang lebih besar yang bermain dengan memanfaatkan tangan mereka yang kecil.

Dan ujung kerusuhan di demo 4 November ini nantinya adalah ketidak-percayaan kepada aparat dan pemerintah. Skalanya akan semakin diperluas dan kepentingan lokal akan masuk dan ikut berselancar juga menunggangi situasi. (Baca: Mereka Kibarkan Bendera “Agama” Namun Gerogoti Pancasila)

Dan ketika sudah semakin kacau itulah, ISIS pun masuk. Jadi untuk pendemo, hati-hati dengan orang disamping anda… Anda bisa saja dikorbankan dengan banyak cara untuk membuat demo menjadi rusuh nantinya.

Rasanya kok pengen nambah kopi lagi.. Kopi yang ini sudah dingin. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment