Denny Siregar: Kampanye Saudi dan Wahabi Adalah Pembodohan

amrik

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Lebih dari 90 Sheikh dan Mufti Wahabi selama dekade terakhir telah mengeluarkan ratusan fatwa horor dan pengkafiran, perintah membunuh dan teror kepada para pengikut mereka di seluruh dunia. Fatwa ekstrim ini telah dilaksanakan kepada ribuan orang, sebuah kejahatan yang melanggar konvensi internasional.

Apakah Amerika dan Barat yang setiap hari mengklaim “membela” orang-orang tertindas, peduli dan melindungi hak asasi manusia? Apakah pernah Amerika dan Barat angkat bicara atas fatwa-fatwa ekstrim mufti Saudi? Bukankah nama-nama pemberi fatwa ekstrim itu bisa dengan mudah didapati di jejaring sosial, situs-situs, dan majalah-majalah? (Baca: Denny Siregar: Inilah Tahun Kegalauan Kerajaan Wahabi Saudi)

Setidaknya ada 90 nama mufti inti yang selalu membuat perselisihan agama dan mazhab di kawasan, dan mengeluarkan fatwa-fatwa takfiri untuk para pengingkutnya. Setiap harinya mufti-mufti ini mengeluarkan perintah (fatwa) membunuh dan mengkafirkan. Sebagian dari mereka adalah para mufti dan sheikh terkenal yang dekat dengan keluarga kerajaan, dan mendapatkan jaminan dan perlindungan dari kerajaan.

Sekolah-sekolah Takfiri Wahabi selama dekade terakhir ini, aktif memobilisasi masyarakat untuk berperan serta dalam menggulingkan Presiden Bashar Assad di Suriah, dan membuat kehancuran di Irak, baik dengan bergabung dengan kelompok-kelompok bersenjata di Suriah dan Irak atau dengan jihad nikah yang dikampanyekan oleh para mufti untuk memuaskan hasrat sex para jihadis. Semua Sheikh Wahabi ini adalah dalang dari fatwa-fatwa horor yang telah membuat Suriah, Irak dan Yaman bergejolak. (Baca: Syeikh Al-Azhar Serukan Lawan Ideologi Wahabi)

Yang lebih mengherankan lagi, kebanyakan dari para mufti itu adalah para guru, ustad atau alumni lulusan universitas Mohammad bin Saud, lembaga pusat kajian pemikiran Wahabi.

90 orang Sheikh Wahabi ini selama dekade terakhir, mengeluarkan fatwa yang sesuai dengan kebijakan politik kerajaan Al Saud di kawasan. Mereka berusaha mengutak-atik dalil-dalil syar’i untuk melegalkan isu-isu yang sedang berkembang di kawasan, atau mendorong para pemuda untuk mengangkat senjata dan berjihad melawan para penentang rezim Saudi.

Demikian pula masuknya Rusia dalam perang melawan teroris ISIS di Suriah atas permintaan pemerintah Suriah dan mandat PBB pada akhir September lalu. Membuat 55 Sheikh Wahabi angkat bicara dan mengularkan fatwa jihad lawan Rusia dan Suriah. (Baca: Syaikh Al-Azhar Beberkan Sejarah Tragedi Wahabi Saudi Bantai 30 ribu Jamaah Haji: Video)

Salah satu pegiat media sosial Denny Siregar juga mengungkap taktik politik kotor Saudi yang bersembunyi di balik kesucian Ka’bah dengan menyebarkan opini-opini sesatnya, berikut tulisannya:

PEMBODOHAN ALA SAUDI

Yang mengerikan dari Arab Saudi ini adalah doktrin ulama-ulamanya. Ulama-ulama kerajaan Saudi yang membawa paham Wahabi ini sukses melakukan cuci otak kepada banyak yang mengaku muslim di seluruh dunia. Saudi berlindung di balik tempat suci umat Islam dengan menguasainya, membuat negara itu bebas melakukan aksinya tanpa takut akan dampak terburuk.

Pintar sekali taktiknya…. Umat muslim mana yang berani menyerang tempat sucinya?

Dengan menguasai Ka’bah dan “memeras”nya supaya terus mengeluarkan pundi-pundi uang, Saudi mengalirkan hasilnya kemana-mana untuk menjadikan umat Islam tampak bodoh.

Betapa pemujaan kepada Saudi sudah sangat kronis sehingga hilang akal, bahkan meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW lahir di Saudi. Saking fanatiknya, mereka tidak tahu bahwa kerajaan Saudi Arabia baru berdiri tahun 1932. (Baca: Denny Siregar: Berhala-Berhala Modern Bani Saud Rusak Sakralitas Ka’bah)

Duh, berarti jika masih hidup, Nabi baru berusia 84 tahun…

Islam menjadi terlihat bodoh dan barbar dimata umat agama lain. Secara sistematis, Saudi sebenarnya sudah melakukan penghancuran karakter agama ini dengan aliran dananya melalui masjid-masjid, pesantren-pesantren dan sekolah-sekolah Islam.

Mau dananya? Ikuti perintah mereka..

Saudi pun sukses menciptakan “Zombie” berbaju agama. Islam perlahan-lahan memasuki abad kegelapan, masa yang sama yang pernah terjadi pada Kristen dahulu.

Benarlah Nabi Muhammad SAW bersabda, “fitnah itu akan datang dari Najd” salah satu wilayah di Saudi. Terbukti sudah, nubuwat tergenapi. Islam mengalami masa-masa fitnah yang berat, yang bahkan tidak disadari oleh mereka yang katanya berpegang pada Alquran dan sunnah Nabi. (Baca: Kerajaan Wahabi Saudi Akan Dirikan 3 Universitas di 3 Kota Besar Indonesia)

Mungkin yang bisa menghibur kita semua yang beragama Islam adalah kata-kata menghibur dari akun abi firdaus al malik, “Dont cray, babi.. youre stay the best friend..”

Meskipun babi itu haram, abi firdaus al malik tampaknya sudah menjadikannya teman baiknya..

Abi firdaus al malik, “You Rock !!”

yang artinya adalah, Kamu batu..

Sudah saatnya seruput kopi sambil mendengarkan lagu lawas Tommy Page berjudul a shoulder to cray on.. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment