Denny Siregar: Munculnya Paham “Instanisme” Baru di Indonesia

Paham instanisme

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Pegiat sosial media Denny Siregar dalam websitenya mengupas sebuah kelompok masyarakat yang menganut faham “Instanisme” baru di Indonesia, yaitu sebuah kelompok yang ingin semua upaya pemerintah serba cepat dan jelas, jadi tidak butuh proses yang panjang, dan mereka ini adalah kelompok-kelompok dari barisan sakit hati di pilpres 2014, berikut tulisannya:

PARA PEMAKAN MIE INSTAN

Kita sama-sama sudah membahas model “Isme” yang dijadikan dasar ideologi bagi banyak orang. Ada Marxisme, ada Zionisme, ada Wahabisme, Komunisme, Kapitalisme dan banyak isme lainnya.

Nah, di Indonesia muncul paham baru bernama Instanisme atau pemakan mie instan.

Paham instanisme ini tercipta saat pilpres 2014 selesai. Mereka adalah orang-orang yang tidak puas akan kepemimpinan Presiden sekarang dan selalu menuntut janji. Lucunya, milih aja enggak tapi nuntut terus kerjanya.

Ada yang menuntut hasil dari program Tax Amnesty yang kata mereka tidak ada hasilnya. Mereka berpatokan pada laporan terdahulu yang mengabarkan bahwa di Singapura saja ada uang 4 ribu triliun rupiah dan di luar negeri ada 11 ribu triliun rupiah. Lalu kemana janji untuk menarik dana spektakuler ituhh? (Baca: Terima Kasih Pak Jokowi, Baru Kali Ini Kami Nikmati Premium Rp 6.500/Liter)

Penganut paham instanisme tidak pernah paham bahwa Tax Amnesty saja baru diluncurkan bulan Juli dan sekarang masih Agustus.

Dengan waktu 2 bulan yang masih dalam program sosialiasi, mereka memandang Jokowi adalah Superman yang dengan mata supernya melihat uang di Singapura, dan lalu secepat kilat terbang kesana, berantem dengan para pengusaha hitam, menang dengan membawa berkarung-karung uang ke Indonesia.

Ada lagi yang mereka tuntut, yaitu ekonomi Indonesia yang kata mereka melemah.

Penganut paham instanisme tidak paham bahwa Jokowi dilantik Oktober 2014 dan sekarang 2016, baru menuju 2 tahun. Mereka sama sekali tidak melihat kemunduran selama 10 tahun sebelumnya dimana banyak hutang tidak efektif yang terus berbunga, pembangunan infrastruktur mangkrak dimana-mana, korupsi merajalela, mafia-mafia mulai dari pangan sampai migas masih mencengkeram kuat Indonesia karena mereka sudah bercokol sejak masa Orba. (Baca: Kasus Tanjung Balai, Media Radikal Serang Jokowi Dengan Isu Anti Islam dan Pro Etnis Cina)

Mereka memaksa Jokowi membentuk kelompok “The Avengers” yang berisi sosok Superhero untuk turun dan memberantas para mafia dalam waktu maksimal 2 jam saja, seperti saat mereka nonton di bisokop. Mereka melihat Jokowi harus seperti Hulk yang bisa mengangkat beton-beton, tiang-tiang pancang dan membereskan seluruh infrastruktur mangkrak dalam waktu singkat.

Ideologi instan mereka bahkan melebar ke Jakarta, dimana mereka menuntut Ahok sudah harus membuat Jakarta tidak banjir seluruhnya. Mereka tidak paham bahwa sudah berapa Gubernur di DKI tapi sama sekali tidak menuntaskan sumber masalah. Mereka tidak mau tahu bahwa banyak faktor Jakarta selalu banjir dan untuk menuntaskan itu harus menyelesaikan satu persatu faktor yang ada.(Baca: Ahok Hancurkan Tradisi Perpolitikan Indonesia)

Kaum instanisme hanya duduk, berdoa supaya Tuhan berbelas kasihan padanya dan menganggap semua masalah selesai dalam waktu yang sangat singkat. Tuhan kan Maha? Masak gitu aja tidak bisa?

Ketika mereka tidak puas, mereka memilih mie instant sesuai selera, membuka bungkusnya, memasak air sambil memaki-maki situasi yang tidak sesuai harapannya. Mie sudah jadi, tambahkan telur dan cabe rawit supaya menggugah selera.

Sesudah itu mereka buang mie-nya dan memakan mangkoknya. Sudah saatnya seruput kopi sore ini dan memahami kenapa ada yang percaya bahwa bumi itu datar. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment