Denny Siregar: Tax Amnesty, Perang Indonesia VS Singapura

indonesia-vs-singapura

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Analisa menarik dari pegiat media Sosial Denny Siregar tentang keberanian pemerintah Indonesia bersikap tegas kepada Singapura terkait Tax Amnesty, sang penulis mengibaratkan perang Baratayuda, Indonesia VS Singapura berikut tulisannya:

Perang Baratayuda, Indonesia VS Singapura

Memang dahsyat Tax Amnesty kali ini. Baru ini nama-nama besar datang sendiri ke kantor pajak untuk melaporkan asset-asetnya. Mulai dari James Riady pemilik Lippo, Tohir bersaudara sampai Tommy Soeharto berbondong-bondong datang dan melaporkan asset-aset mereka yang berjumlah triliunan rupiah. (Baca: Yusuf Muhammad: Tax Amnesty ‘Neraka’ Bagi Singapura)

Meskipun belum sesuai dengan target, tetapi setidaknya fasilitas yang diberikan pemerintah kali ini mengandung madu sekaligus racun buat mereka, mau dapat ampunan atau sanksi? Siapapun yang berbisnis di Indonesia tentu paham, kali ini Presidennya tidak main-main, apalagi Menkeu-nya sekarang Sri Mulyani.

Singapura sendiri panik dengan situasi ini.

Sebagai gambaran, WNI kita mempunyai aset sekitar 200 miliar USD di bank privat Singapura atau total 40 persen dari aset perbankan mereka.

Anda bayangkan, apa yang terjadi ketika asset-aset itu ditarik ke Indonesia? Jelas kepanikan di sektor ekonomi dan perbankan Singapura. Banyak saham akan berjatuhan, meski pasti mereka akan ditopang oleh para anggota negara persemakmuran lainnya.

Salah satu trik Singapura untuk mencegah dana besar ini ketarik kembali ke Indonesia adalah dengan menakut-nakuti nasabah mereka. Siapapun yang ikut program Tax Amnesty dicurigai menyimpan uang haram di Singapura.

Commercial Affairs Department (CAD), unit kepolisian Singapura yang mengurus kejahatan keuangan, dikabarkan sudah mengirim surat ke seluruh perbankan Singapura bahwa siapapun nasabah mereka yang mengikuti program Tax Amnesty wajib melapor. (Baca: Singapura Jegal Tax Amnesty Program Jokowi)

Menurut Strait Times, CAD khawatir ada transaksi keuangan yang berpotensi kriminal jika ada yang minta ampun pajak. Lucu ya, dulu mereka kemana aja waktu uang Indonesia berbondong-bondong masuk ke Singapura? Kalau mau keluar aja, baru pada ribut.

Dan berita ini sampai ke telinga Sri Mulyani.

Salah satu panglima perang Indonesia ini, langsung menelpon Deputy Prime Minister Singapura. “Saya langsung telepon ke mereka” kata SM tidak kalah gertak.

Dan melalui Otoritas Moneter Singapura atau MAS, SM mendapat penjelasan bahwa itu hanya berita bombastis media saja. Jeng Sri memang warbiasahh.. Pemerintah Singapura sampai harus berkelit ketika di telepon dia. (Baca: Tax Amnesty Menurut ‘Kacamata’ Denny Siregar)

Kenapa SM harus bergerak begitu cepat? Karena ada beberapa peserta yang mencoba berkelit dengan alasan bahwa jika mereka ikut program Tax Amnesty maka mereka akan dilaporkan kriminal oleh otoritas keuangan Singapura.

Jadi pahami ya, kaum sambel udang dan semur jengkol..

Bahwa perang dalam Tax Amnesty ini bukan perang kampung antar geng motor unyu-unyu melawan ormas cabe-cabean.

Ini perang Baratayuda, dimana yang bertarung adalah 2 negara. Penuh strategi dan langkah-langkah diplomasi tingkat dunia. Jadi sangat tidak mudah. Kalian cuma teriak, mana duitnya? mana duitnya? Tapi tidak pernah mau memahami situasinya. (Baca: Inilah Kelompok Masyarakat yang Tak Wajib Ikut Tax Amnesty)

Perang itu tidak ujug-ujug merdeka, penuh perjuangan, darah dan air mata seperti kata bang Rhoma.. Berfikirlah sedikit pintar, gule otak dan pete bakar… menyebut nama kalian membuatku jadi lapar. Permisi, mau cari nasi padang dulu.. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment