Deputi Putra Mahkota Saudi Pemangku Peran Kunci Dalam Mendukung Teroris di Suriah dan Turki

menhan_saudi.jpg

Selasa, 9 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, RIYADH – Mujtahid whistle-blower Saudi, yang diyakini menjadi anggota atau memiliki sumber yang terhubung dalam keluarga kerajaan, mengungkapkan bahwa Deputi Putra Mahkota dan Menteri Pertahanan Mohammad bin Salman telah memainkan peran yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya dalam mendukung kelompok teroris di Turki.

“Pejabat rezim Saudi khawatir tentang peran penting yang dimainkan oleh Qatar yang mendukung Jabhat Fath al-Sham (yang baru memisahkan diri dari al-Qaeda dan berganti nama dari sebelumnya yang dikenal sebagai Jabhat al-Nusra) dalam pertempuran Aleppo karena memiliki andil terbesar dalam pertempuran mereka,” kata mujtahid.

Dia menggarisbawahi bahwa Mohammed bin Salman menginginkan Al-Nusra yang akan terlibat dalam pertikaian dengan kelompok teroris lainnya agar dapat melemah.

Dalam perkembangan terkait pada awal Juli, Ahrar al-Sham menyerang posisi militer saingan yang didukung Saudi, Jeish al-Tahrir (Al-Tahrir Army) di provinsi Hama dan Idlib sejalan dengan upaya Qatar untuk menguasai militansi di Suriah.

“Front Al-Nusra atau Front Fath al-Nusra telah menangkap kepala dan komandan Jeish al-Tahrir dengan menyerang posisi militer kelompok teroris di wilayah Sahl al-Qab di Hama Utara dan Selatan Idlib,” sumber-sumber lokal mengatakan kepada FNA.

Front Ahrar al-Sham juga menyita sejumlah besar senjata dan amunisi dari Jeish al-Tahrir dalam pertempuran baru-baru ini.

“Front Al-Nusra menyerang basis Kepala Komandan Tahrir al-Sham, Mohammad Ahmad al-Ghaabi di kota Kafr NABL, yang mengakibatkan kematian tujuh militan dari Jeish al-Tahrir dan satu orang cedera dari Front al-Nusra,” sumber-sumber lokal menambahkan.

Serangan terhadap posisi-posisi militer Jeish al-Tahrir terhadap Front al-Nusra terjadi setelah operasi militer gabungan dengan kelompok-kelompok yang menentang Jeish al-Fath di Aleppo dan Lattakia. Front Al-Nusra yang disebut oposisi Jeish al-Tahrir bergerak melawan hukum Syariah dan memerintahkan serangan ke kelompok teroris saingan.

Jeish al-Fath merupakan koalisi yang memayungi 9 kelompok teroris, termasuk cabang resmi Al-Qaeda di Suriah, dan Front Al-Nusra. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment