Dibalik Inisiatif Perdamaian yang Diajukan Kerry, Houthi Tolak

houthi T

Minggu, 28 Agustus 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, YAMAN – Gerakan Houthi Ansarullah Yaman telah menolak inisiatif yang diajukan oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry untuk menyelesaikan perang di Yaman.

Mohammed Abdulsalam, juru bicara Ansarullah, mengatakan pada hari Sabtu bahwa tawaran itu bertujuan merampas senjata Houthi dalam perjuangan mereka melawan invasi Saudi. “Siapa pun yang memiliki mata serakah pada senjata kami, maka kami akan memiliki mata serakah pada hidupnya,” tulis Abdulsalam dalam pesan yang diposting di Facebook-nya. (Baca juga: Tuduhan atas Houthi adalah Upaya Mengkriminalisasi Gerakan Perlawanan)

“Kerry sebelumnya menyerukan kepada Houthi untuk menyerahkan senjata mereka termasuk rudal balistik dan menarik pasukan dari ibukota Sana’a. Sebagai imbalannya, menteri luar negeri AS mengatakan Houthi dan sekutu dapat memiliki saham dalam pemerintah persatuan Yaman di masa depan”.

Usulan itu muncul di tengah laporan bahwa Houthi telah meningkatkan serangan rudal di daerah perbatasan di Arab Saudi selama beberapa minggu terakhir. Serangan dilakukan sebagai reaksi terhadap serangan udara Saudi yang brutal dengan klaim untuk melemahkan Houthi dan sekutu dan untuk mengembalikan kekuasaan kepada Abd Rabbuh Mansour Hadi, Presiden Yaman yang telah mengundurkan diri dan melarikan diri dari ibukota. (Baca juga: Ansarullah: Amerika Lancarkan Siasat Duduki Yaman)

Sekitar 10.000 orang telah tewas di Yaman sejak kampanye Saudi dimulai pada Maret 2015.

“Konflik di Yaman kembali meningkat setelah pembicaraan damai yang dimediasi oleh PBB dan diselenggarakan di Kuwait runtuh awal bulan ini. Pembicaraan berakhir setelah Houthi menolak inisiatif serupa yang diusulkan oleh PBB, dan mengatakan bahwa PBB tidak memiliki mekanisme yang jelas untuk transisi kekuasaan”..

Houthi telah menyatakan sejak awal pembicaraan pada bulan April bahwa mereka siap untuk perlucutan senjata dan penarikan pasukan dari daerah yang mereka kontrol dalam hal kesepakatan politik yang luas, di mana Hadi tidak akan memiliki peran. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment