Dibutakan Cinta, Anggota FBI Nikahi Teroris ISIS yang Ia Selidiki

Rabu, 03 Mei 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, VIRGINIA – Seorang anggota Biro Investigasi Federal (FBI) pergi ke Suriah dan menikahi seorang teroris ISIS/Daesh yang sedang dia selidiki. Pria ISIS tersebut adalah salah satu militan paling terkenal dari kelompoknya, seorang militant asing warga-negara Jerman bernama Denis Cuspert yang dikelompokkan oleh komunitas intelijen AS sebagai Teroris Global yang Ditunjuk Khusus.

Menurut laporan CNN yang dikutip Sputnik pada Selasa (02/05), penerjemah FBI Daniela Greene berbohong kepada manajemennya, mengatakan bahwa dia pergi ke Jerman untuk mengunjungi keluarganya, namun diam-diam ternyata ia pergi ke Suriah dimana ia menikahi Cuspert yang sebenarnya adalah target yang ia selidiki. Selain itu, Nona Greene mengakui kepada Cuspert bahwa dia adalah seorang agen FBI dan mengungkapkan kepadanya rincian terperinci tentang penyelidikan yang tengah ia lakukan.

Perjalanannya berlangsung pada 2014, namun detilnya baru diumumkan sekarang. Wanita itu menjadi istri Cuspert hanya untuk waktu yang singkat dan kemudian kembali ke AS di mana dia menjalani hukuman dua tahun penjara dengan tuduhan “melanggar kepercayaan publik” dan “membahayakan keamanan nasional.” Ia dibebaskan pada musim panas lalu.

Kejadian ini baru terungkap setelah hakim membatalkan beberapa dokumen pengadilan yang telah mempermalukan dinas keamanan AS.

”Ini adalah rasa malu yang luar biasa bagi FBI, tidak diragukan lagi,” kata John Kirby, mantan pejabat Departemen Luar Negeri as. Dia mencurigai masuknya Greene ke Suriah memerlukan persetujuan dari pemimpin senior ISIS.

“Sebagian besar orang luar yang mencoba masuk ke wilayah ISIS di Suriah berisiko dipenggal kepalanya,” kata Kirby. ”Jadi agar dia bisa masuk sebagai orang Amerika, sebagai seorang wanita, sebagai pegawai FBI, dan untuk dapat tinggal bersama pemimpin ISIS yang diketahui, bahwa semuanya harus dikoordinasi,” imbuh Kirby.

FBI tidak memiliki alasan saat mencurigai Greene, yang dipekerjakan sebagai penerjemah yang fasih, bahwa dia akan menjadi agen nakal.

Pada saat keberangkatannya ke Suriah, Greene yang ternyata sudah memiliki seorang suami asal Amerika mengaku bahwa dia pergi untuk mengunjungi orang tuanya di Munich, Jerman. Namun, dia ternyata pergi ke Istanbul untuk menghubungi Cuspert.

Greene, yang sekarang bekerja sebagai “nyonya rumah” di sebuah hotel, mengatakan dalam sebuah wawancara singkat bahwa dia takut mendiskusikan rincian kasusnya.

”Jika saya berbicara dengan Anda, keluarga saya akan berada dalam bahaya,” ucap Greene.

Shawn Moore, pengacara Greene, menggambarkan kliennya sebagai sosok yang cerdas, pandai bicara dan naif. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment