Diduga Memalsukan Dokumen, Sharbat Gula Terancam Dipenjara 14 Tahun

1047016188-e1478134814839.jpg

Kamis, 3 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, PESHAWAR – Sharbat Gula, yang menjadi terkenal di seluruh dunia setelah fotonya menjadi sampul majalah National Geographic pada tahun 1985, menghadapi ancaman deportasi atau hukuman penjara 14 tahun di Pakistan atas dugaan memalsukan dokumen.

Pejabat mengatakan bahwa wanita Afghanistan,yang foto dengan pandangan mata hijau tajamnya diabadikan dalam sampul National Geographic ketika dia berusia 12 tahun itu ditangkap pekan lalu di Peshawar, Pakistan, karena diduga menggunakan identitas palsu dan tinggal secara ilegal di Pakistan. (Baca juga: ICC Segera Selidiki Kejahatan Perang AS di Afghanistan)

Zia Awan, seorang pengacara hak asasi manusia yang berbasis di Karachi mengatakan bahwa jika terbukti bersalah, Gula bisa dideportasi atau dipenjara sampai 14 tahun.

Pakistan, dan daerah Peshawar khususnya, telah menjadi tempat mengungsi kurang-lebih satu juta orang yang melarikan diri dari perang Rusia dengan Afghanistan. Tapi Pakistan telah memaksa para pengungsi itu untuk pergi. Menetapkan batas waktu sampai Maret. Namun, karena Afghanistan terus dilanda kekerasan, banyak yang menolak untuk pulang. Menurut Human Rights Watch, sejak Juli 370.000 pengungsi Afghanistan telah dipaksa dipulangkan. (Baca juga: Kebohongan Media AS Dalam Kasus Pemboman Rumah Sakit Kunduz Afghanistan)

Gula sendiri pernah ditangkap tahun lalu karena diduga memiliki kartu identitas palsu tapi kemudian dibebaskan. Saat ini, Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Afghanistan menyatakan mereka akan dapat membantu dirinya hanya jika dia mendaftarkan diri sebagai pengungsi.

Fotografer National Geographic, Steve McCurry, mengambil foto terkenal Gula pada bulan Juni tahun 1985, yang menjadi simbol penderitaan para pengungsi. McCurry telah mengatakan ia akan melakukan yang terbaik untuk membantu Gula secara legal dan finansial.

“Saya keberatan dengan tindakan oleh pihak berwenang ini dengan istilah yang paling kuat. Dia telah menderita sepanjang seluruh hidupnya. Penangkapannya merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia,” tegasnya. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment