Dilaporkan Ke KPK, Malah Dianggap Banyolan Oleh Anies Baswedan

Sabtu, 11 Maret 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, Jakarta Anies Baswedan, Calon Gubernur DKI menganggap ada banyolan menjelang putaran final pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI 2017. Hal yang dianggap Anies sebagai banyolan adalah pelaporan dirinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penyelewengan dana proyek Frankfurt Book Fair tahun 2015 senilai Rp 146 miliar. Anies tak mau menanggapi secara serius pelaporan dirinya ke KPK.

“Kalau saya lihat, (pelaporan) ini lucu-lucuan pilkada saja. Selalu ada yang meriah-meriah seperti ini. Harap bersabar, ini ujian,” kata Anies usai salat Jumat di Masjid Al Mughni, Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2017).

Anies tak mau memaparkan lebih jauh soal penyelenggaran festival buku di Jerman tersebut. Dia meminta pelapor yang menjelaskan. Saat ditanya mengenai anggaran kegiatan Frankfurt Book Fair tahun 2015, Anies mengatakan bahwa hal itu bisa dilihat dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kalau ada masalah, harusnya ada laporan dari kemarin-kemarin. Kan yang audit BPK,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Cagub DKI tersebut mengaku akan bersabar menghadapi isu-isu miring yang berseliweran menjalang putaran dua pilkada DKI. Pasangan Anies, Sandiaga Uno juga diterpa isu miring. Sandi disebut-sebut dipanggil kepolisian sebagai saksi atas kasus pencemaran nama baik.

“Macam-macam ya. Ya saya, ya Sandi. Lucu-lucu aja itu. saya mengharap dan mengimbau kepada semua untuk sabar,” katanya.

Isu-isu tersebut diprediksi Anies akan terus bermunculan hingga Pilkada DKI 2017 usai. Oleh karena itu, ia meminta kepada warga DKI dan para pendukungnya untuk tidak kaget.

“Jangan kaget. Akan selalu bermunculan cerita-cerita yang lucu-lucu seperti ini, jangan kaget,” kata Anies.

Anies menduga isu-isu tersebut diembuskan dalam dua hari terakhir atau setelah muncul hasil survei yang menyatakan tingkat keterpilihan Anies-Sandi sangat tinggi. Lembaga survei yakni Median dan LSI Deny JA dalam riset terakhirnya mengunggulkan pasangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI 2017.

“Karena kita masuk putaran kedua, angkanya makin tinggi dan itu bisa muncul,” kata Anies.

Sandiaga Uno di tempat terpisah, memandang positif pelaporan ke aparat hukum yang menerpa dirinya dan Anies Baswedan akhir-akhir ini. Khusus untuk Anies yang dilaporkan ke KPK, Sandiaga Uno menilai pelaporan itu bertujuan untuk memastikan calon pemimpinnya bersih.

“Mungkin saja itu usaha warga untuk memastikan calon pemimpinnya bersih dari korupsi. Yang jelas berkecimpung dalam politik harus siap menghadapi konsekuensi hukum,” kata Sandiaga Uno di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Jumat siang.

Sandiaga menghimbau masyarakat untuk tidak mengaitkan kasus yang menerpa Anies Baswedan dengan Pilkada Jakarta.

“Mungkin (warga) ada yang menduga waktu pelaporannya disesuaikan saat Pilkada Jakarta. Tapi kita tidak boleh berburuk sangka, kalau perlu dipercepat, mumpung waktu kampanye masih lama,” kata Sandi.

Sandi yakin Anies tidak bersalah dalam kasus yang dituduhkan.

“Beliau kan mantan Ketua Komite Etik KPK. Saat seleksi ketua beliau tahu pasti bagaimana unsur KPK harus bebas dari praktik korupsi,” imbuh Sandi.

Anies Baswedan dilaporkan ke KPK atas dugaan penyelewengan dana pameran Frankfurt Book Fair tahun 2015 lalu. Laporan disampaikan ke KPK, Kamis (9/3/2017) oleh Direktur Eksekutif GACD, Andar Mangatas Situmorang.

Menurut Andar, pendanaan proyek Frankfurt Book Fair tahun 2015 itu senilai Rp 146 miliar. Ia menyebut Anies menyalahgunakan jabatan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada pameran kebudayaan Indonesia di Jerman. Untuk mendukung laporannya, Andar menyerahkan pula satu dokumen berisi kronologi dugaan tindak pidana korupsi pada pihak KPK.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan, adanya pelaporan terhadap Anies Baswedan. Febri mengatakan, pelaporan tersebut masih perlu dikaji sebelum diputuskan untuk ditindaklanjuti lebih mendalam.

“Memang ada info laporan itu. Saat ini masih kami telaah, apakah memang ada indikasi dugaan korupsi atau tidak,” kata Febri, Jumat(10/3/2017).

Febri juga menegaskan laporan terhadap Anies yang juga calon gubernur DKI akan diperlakukan sama dengan seluruh laporan yang diterima KPK. Untuk menganalisis laporan itu, Febri meminta waktu guna menyimpulkan apakah memang ada dugaan korupsi atau tidak.

“Laporan ini masih tahap awal, kami butuh waktu untuk menelaah. Semua laporan masyarakat termasuk laporan ini harus kami terima, tidak boleh ditolak,” Imbuh Febri. (VOAI/tribunnews)

Related posts

Leave a Comment