Dituduh Anti Pemerintah, Pria Buta Tuli Akan Dihukum Mati Oleh Saudi

hukuman-mati-saudi

Sabtu, 5 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, RIYADH – Sebuah kelompok hak asasi memperingatkan bahwa Arab Saudi akan segera memenggal kepala seorang pria cacat atas tuduhan berpartisipasi dalam aksi protes anti-pemerintah.

Pengadilan Kriminal Khusus Kerajaan di ibukota Riyadh memvonis Munir al-Adam dengan hukuman mati karena diduga “melakukan serangan terhadap polisi” dan pelanggaran lainnya yang disebut-sebut terjadi selama demonstrasi di Provinsi Timur pada akhir 2011. (Baca juga:6 Organisasi HAM Minta Saudi Cabut Hukuman Mati 2 Remaja)

Pemuda berusia 23 tahun ini setengah buta dan tuli pada saat pasukan Saudi menangkapnya. Adam, bagaimanapun, mengatakan satu telinganya sekarang benar-benar tuli akibat dipukuli secara brutal oleh polisi di tahanan.

Dalam sebuah pernyataan, keluarga Adam sangat menolak putusan kerajaan, mereka mengatakan Adam telah disiksa agar mengaku bersalah. (Baca juga:Tokoh Oposisi Wanita Saudi Tewas Setelah Disiksa di Penjara)

Adam, adalah seorang pekerja kabel baja, ia akhirnya menandatangani dokumen pengakuan pelanggaran hukum yang dituduhkan setelah berulang kali dipukuli oleh penjaga keamanan. Dia juga mengatakan telah dituduh “mengirim pesan” untuk mengatur protes anti-pemerintah, menurutnya ia bahkan terlalu miskin untuk bisa memiliki ponsel.

Reprieve, sebuah organisasi hak asasi manusia internasional yang berbasis di Inggris, telah menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus Adam.

“Kasus mengerikan Munir Adam menggambarkan bagaimana pemerintah Saudi, semuanya, terlalu senang untuk menargetkan rakyat yang paling lemah dengan pisau algojo mereka, termasuk remaja dan orang-orang cacat,” kata Direktur Tim Hukuman Mati, Reprieve, Maya Foa. (Baca juga:Vokal Kritik Arab Saudi, Anggota Parlemen Kuwait Dijebloskan ke Penjara)

“Seperti banyak rakyat Saudi lainnya, Munir ditangkap karena dituduh ikut protes, ia kemudian disiksa agar mau ‘mengaku’ – ia dipukuli begitu parah sehingga harus kehilangan pendengarannya. Ini adalah sebuah skandal bahwa Munir kini menghadapi pemenggalan atas dasar surat pengakuan palsu , “tambahnya. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment