Dituduh Serang Konvoi Bantuan PBB, Rusia Rilis Video Bantahan Tudingan AS

ini_bukan_serangan_udara.jpg

Rabu, 21 September 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, RUSIA – Rusia mengatakan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa konvoi bantuan PBB terkena serangan udara di provinsi Aleppo pada hari Senin (19/09).

Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa studi atas rekaman video yang diambil oleh pesawat tak berawak Rusia mengungkapkan tidak ada tanda-tanda amunisi setelah memukul konvoi bantuan.

“Kami telah mempelajari rekaman video dari mana insiden itu terjadi dan kami tidak menemukan tanda-tanda amunisi setelah mencapai konvoi. Tidak ada kawah, dan kendaraan masih utuh atas belum rusak parah, kalau memang benar terkena serangan udara,” kata Konashenkov.

Dia menyimpulkan bahwa “konvoi terbakar, yang anehnya terjadi hampir bersamaan dengan dimulainya serangan skala besar militan di Aleppo.”

Konashenkov mengatakan konvoi itu, di sebuah daerah yang dikendalikan oleh militan. Ia juga mengatakan Rusia telah menggunakan drone untuk memantau konvoi tapi hanya sampai pada titik tertentu.

“Sekitar 13:40 waktu Moskow (10:40 GMT), konvoi bantuan berhasil mencapai tujuan. Pihak Rusia tidak memantau konvoi setelah ini dan gerakannya hanya dikenali oleh militan yang menguasai daerah tersebut,” jelas juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia.

Dia juga mengatakan bahwa sebuah truk pickup dengan senjata mesin kaliber besar yang digunakan oleh militan jelas dapat dilihat dalam rekaman. “Video itu jelas menunjukkan bagaimana para teroris menggunakan sebuah truk pickup dengan senjata mesin kaliber besar.”

7ab38c31-6a8b-443f-a933-3104ed7cc2

PBB telah mengatakan sebelumnya bahwa setidaknya 18 truk dalam iring-iringan 31 kendaraan hancur pada hari Senin, yang diklaim di bawah “serangan udara” ketika dalam perjalanan untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke kota yang sulit dijangkau dari Urum al-Kubra.

Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan udara telah menewaskan sekitar 20 orang, termasuk salah satu anggota stafnya.

“Kami tidak dalam posisi untuk menentukan apakah ini pada kenyataannya serangan udara. Kami berada dalam posisi untuk mengatakan bahwa konvoi diserang,” kata juru bicara kemanusiaan PBB Jens Laerke. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment