Donald Trump Minta Para Pemilik Senjata agar Bunuh Rivalnya Capres AS Hillary Clinton

U.S. Republican presidential candidate Donald Trump takes a question during a news conference before a campaign rally in Worcester, Massachusetts November 18, 2015.  REUTERS/Brian Snyder - RTS7UPC

VOA-ISLAMNEWS.COM, WILMINGTON – Donald Trump Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik lagi-lagi memicu kegemparan setelah komentarnya yang mengisyaratkan para pemilik senjata agar membunuh rivalnya dari Partai Demokrat Hillary Clinton. Isyarat itu muncul pasca Hillary menyuarakan pengontrolan senjata di AS. (Baca: HEBOH! Donald Trump: Sejumlah Perwira dan Tentara AS Curi Uang Jutaan Dolar di Irak)

Trump yang berbicara di Wilmington, North Carolina, membahas kekuasaan Presiden AS berikutnya untuk menunjuk hakim agung.

”Hillary ingin menghapuskan, pada dasarnya, Amandemen Kedua (Konstitusi AS),” kata Trump, seperti dikutip Daily Mirror, Rabu (10/8/2016).

”By the way, dan jika dia dapat memilih, jika dia memilih hakimnya, tidak ada yang dapat Anda lakukan, saudara-suaudara. Meskipun ada Amandemen Kedua, mungkin ada, saya tak tahu.”

Amandemen Kedua Konstitusi AS memungkinkan warga negara itu untuk memiliki senjata.

Setelah komentar Donadl Trump memicu kegemparan, Jason Miller, seorang penasihat komunikasi untuk kampanye Trump, cepat berusaha untuk menjelaskan komentar miliarder AS itu.

”Ini yang disebut kekuatan unifikasi,” ujarnya. (Baca: Donald Trump Minta Hillary Kembalikan Uang Jutaan Dolar yang Diterima dari Saudi)

”Amandemen Kedua memiliki semangat yang luar biasa dan sangat terpadu, yang memberikan mereka kekuatan politik yang besar. Dan tahun ini, mereka akan memberikan suara dalam jumlah rekor, dan itu tidak akan untuk Hillary Clinton, itu akan untuk Donald Trump,” lanjut Miller.

Hakim Mahkamah Agung telah menjadi isu kritis Pemilu AS sejak kematian awal tahun ini Kehakiman Antonin Scalia, seorang konservatif yang belum diganti. (Baca: Donald Trump: Tindakan AS di Irak, Suriah, Libya Hasilkan Radikalisme dan ISIS)

Trump mengklaim bahwa hakim liberal bisa mengancam Amandemen Kedua Konstitusi AS. ”Saya kira ada sebuah skenario di mana presiden ini bisa memilih lima hakim agung, dan jika Anda memilih dua yang kiri, kiri, kiri, itu akan menjadi bencana bagi negara kita,” katanya.

Kubu Hillary Clinton cepat menanggapi komentar kubu Trump. ”Seseorang berusaha untuk menjadi presiden Amerika Serikat tidak harus menyarankan kekerasan dengan cara apapun,” bunyi pernyataan tim kampanye Hillary, seperti dikutip Sputniknews, Rabu (10/8/2016). (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment