Dr Zakir Naik Tertuduh Sebagai Inspirator Teror Oleh Pemerintah India

zakir

Minggu, 28 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, MUMBAI MAHARASTRA – Pemerintah India siap untuk mengajukan tuntutan “teror” terhadap pengkhotbah Zakir Naik yang dikatakan telah memotivasi lebih dari 50 orang terdakwa dalam kasus terkait terorisme. Pemerintah India juga menetapkan Yayasan Penelitian Islam (Islamic Research Foundation: IRF) miliknya sebagai organisasi yang “melanggar hukum”. (Baca juga: Dr Zakir Naik Dituntut Polisi Mumbai India Terkait Tindakan Teror)

Sumber-sumber penting pemerintah mengatakan rencana aksi dua arah melawan Naik, seorang misionaris Wahabi Radikal yang populer telah didakwa sebagai “inspirator” di belakang serangan restoran Dhaka pada bulan Juli itu telah dikerjakan dengan dasar penyelidikan atas pidato-pidatonya.

Mereka mengatakan bahwa kementerian dalam negeri India, bersama dengan pemerintah Maharashtra, berbekal dari pendapat hukum, telah memutuskan untuk menuntut Naik di bawah Undang-Undang Pencegahan Aktivitas Melanggar Hukum (UAPA) terhadap pidato-pidatonya, yang ditemukan bercampur dengan konten inspirasi jihad. (Baca juga: Dr Zakir Naik Dituntut Oleh Para Ulama Terkemuka India Karena Sebarkan Kebencian)

“Dasar utama untuk menerapkan dakwaan teror terhadap Naik adalah dari pernyataan-pernyataan mereka yang terlibat dalam aksi teror, yang mengakui bahwa mereka termotivasi oleh pidato-pidatonya,” ungkap seorang perwira intelijen sebagaimana dikutip Times Of India (TOI), Sabtu (27/08).

Naik, yang berada di luar negeri ketika kasus serangan Dhaka menunjukkan dirinya sebagai orang yang menginspirasi para jihadis, menunda rencananya untuk kembali ke India. TOI menyebut bahwa ia tidak mungkin kembali dalam waktu dekat.

Di antara teroris yang diduga telah mengikuti pernyataan Zakir Naik adalah Feroze Deshmukh, mantan karyawan IRF yang ditangkap karena peran yang dituduhkan kepadanya dalam kasus senjata di Aurangabad 2006, Qateel Ahmed Siddiqui, seorang anggota Mujahidin India yang dibunuh dalam penjara Yerwada Pune pada bulan Juni 2012, terduga perekrut ISIS, Afsha Jabeen, yang ditangkap pada bulan September 2015 saat di deportasi dari UEA, Mudabbir Sheikh, Mohammed Obaidullah Khan, Abu Anas dan Mohammed Nafees Khan, yang ditangkap dalam penggerebekan oleh NIA pada bulan Januari atas tuduhan mendirikan kelompok teror afiliasi ISIS bernama Junood-ul-Khalifa-e-Hind. (Baca juga: Pelaku Bom Bangladesh Terinspirasi Khotbah Kebencian Wahabi Dr. Zakir Naik)

Pihak berwenang juga telah memutuskan menerapkan Undang-undang UAPA untuk melarang IRF atas dasar menyebarkan kebencian antar umat beragama melalui pidato publik, kegiatan, dan ” pemaksaan pindah agama” yang dilakukan oleh anggotanya. Contoh kasus ini adalah bahwa saudara dari salah satu pemuda 17 tahun asal Kerala yang baru bergabung dengan ISIS, diyakini telah melarikan diri ke provinsi Khurasan di Afghanistan, dengan dugaan bahwa ia dipaksa oleh anggota IRF agar datang ke Mumbai untuk pindah agama. (Baca juga: Kelompok Syiah di India Tawarkan Sejumlah Uang Bagi yang Bisa Membunuh Zakir Naik, HOAX)

Sumber-sumber mengatakan bahwa Biro Intelijen telah menyusun data-data pidato provokatif Dr Zakir Naik dan diserahkan ke kementerian dalam negeri, yang pada gilirannya akan diteruskan hal ini kepada NIA untuk diambil tindakan. Penyelidik NIA sekarang akan menggunakan pidato-pidato ini untuk mengkonfirmasi konten pro-teror mereka dan mengidentifikasi ketentuan UAPA yang akan digunakan untuk melawan pengkhotbah Wahabi Salafi yang telah memotivasi orang untuk melakukan tindakan terorisme itu. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment