Drama Islamophobia Trump, Memakan Korban Imam Masjid di New York

trump

Senin, 15 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, NEW YORK – Muslim AS menggelar protes di New York sebagai kecaman atas penembakan seorang imam masjid dan rekannya pada Sabtu malam.

Kedua korban sedang berjalan pulang setelah usai melakukan shalat di sebuah masjid di New York City, borough Queens, tiba-tiba seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di kepala.

Imam Alala Uddin Akongi, seorang pemimpin agama yang dihormati dan pernah berkunjung ke kota Bangladesh sekitar dua tahun yang lalu, dinyatakan meninggal di tempat kejadian.

Asistennya, 64 tahun Thara Uddin dilaporkan dalam keadaan kritis dan meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit.

Para demonstran Muslim berkumpul di lokasi pembunuhan, dan menyebut pembunuhan itu sebagai kejahatan rasial, dan menuntut keadilan.

Para pengunjuk rasa menyatakan bahwa pembunuhan itu akibat retorika anti-Muslim di AS yang didengungkan oleh Donald Trump, calon presiden dari Partai Republik dan mantan Walikota NYC Rudy Giuliani.

Para demonstran meneriakkan, “Ini adalah kesalahan Donald Trump,” dan “Muslim membenci kejahatan.” Khairul Islam, 33 tahun, warga setempat mengatakan kepada Daily News. “Kami menyalahkan Donald Trump atas pembunuhan ini. Trump telah menciptakan drama Islamophobia.”

“Bagi mereka pemimpin seperti Trump dan Mr. Giuliani, dan anggota lain dari lembaga lain yang memproyeksikan Islam dan Muslim sebagai musuh adalah bentuk kebencian dan kejahatan mereka terhadap manusia,” seorang imam, yang namanya tidak diketahui, mengatakan pada pertemuan itu.

Trump telah menyerukan “shutdown yang total dan menghentikan Muslim” dari memasuki Amerika Serikat. Dia juga telah mengusulkan database untuk melacak Muslim di seluruh negeri dan mengatakan bahwa AS akan “benar-benar tidak punya pilihan” untuk menutup masjid. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment