Drone Pengintai AS Mata-matai Gerakan Pasukan Rusia dan Suriah

drone-mata-mata-as

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURIAH – Pesawat patroli AS dari skuadron P-8 Poseidon pada hari Minggu, 18 September terbang di sepanjang pantai Suriah dan dekat pangkalan militer Rusia Humaimam sampai ke markas pendukung materi tekhnis Rusia di Tartous. (Baca: SU-27 Rusia Cegat Pesawat Pengintai AS di Laut Hitam)

Pesawat militer ini bergerak terus menerus di wilayah itu dan hal ini adalah sebuah pengepungan keempat pesawat pengintai AS atas pantai Suriah dalam seminggu.

Situs Al-Masdarnews melaporkan bahwa pesawat dengan nomor kode khusus “168761” yang diluncurkan Minggu pagi (18/09) dari pangkalan udara Sigonella di Sisilia, terbang selama satu setengah jam di sore hari waktu Moskow dan terbang dengan gerakan melingkar dalam ketinggian 8.600 meter di lepas pantai Suriah, dekat Humaimam pangkalan udara di Lattakia dan di atas pantai daerah Tartous, dan pesawat ini juga terbang di atas wilayah Mediterania Timur dimana kapal-kapal Angkatan Laut Rusia berada di wilayah tersebut. (Baca: Surat Kabar AS: Inilah Senjata Rahasia Milik Rusia, Momok Menakutkan Bagi ISIS di Suriah)

Hal ini jelas dari data bagian pengawasan bahwa pesawat pengintai AS selama empat hari terakhir mulai mendekati instalisasi militer Rusia di Suriah pada siang hari. Dari kamis hingga sabtu dua pesawat pengntai AS terbang di jalur penerbangan membawa nomor khusus “168852” dan “168858” dan keduanya keluar dari pangkalan udara Sigonella.

Para pengamat melihat bahwa pesawat pengintai AS bergerak megikuti pergerakan pasukan Suriah dan kekuatan militer Rusia di wilayah tersebut.

Informasi yang tersedia menunjukkan bahwa pesawat patroli AS dari skuadron P-8A Poseidon ini digunakan untuk pengintaian dan spionisasi, mencari dan menghancurkan kapal selam, dan baru-baru ini patroli pesawat ini semakin meningkat di atas pantai Suriah. (Baca: Iran Ancam Tembak Jatuh Drone AS)

Perlu dicatat bahwa AU AS telah meningkatkan aktivitas penerbangan pengintaiannya di dekat perbatasan laut dan darat Rusia dan terus megamati dengan gerakan melingkar di cekungan Baltik dan wilayah Rusia Timur. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment