Dukung Terorisme, Pengkhotbah Salafi Wahabi London Dihukum 10 Tahun

ini-paling-zain.png

Rabu, 17 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, LONDON – Anjem Choudary, pengkhotbah salafi wahabi paling terkenal di Inggris, yang pengikutnya telah dikaitkan dengan berbagai plot terorisme di seluruh dunia, telah dinyatakan bersalah karena memprovokasi masyarakat untuk mendukung ISIS.

Choudary, 49 tahun, diputuskan bersalah di pengadilan Old Bailey London karena menggunakan khotbah dan pesan secara online untuk mendorong dukungan bagi kelompok teror terlarang, yang mengendalikan sebagian wilayah di Suriah dan Irak itu.

Selain terkenal di Inggris di mana berbagai tabloid menggambarkannya sebagai seorang pengkhotbah kebencian, ia juga terkenal di luar negeri, karena muncul dalam beberapa saluran TV kabel dengan khotbah-khotbah bernada kebencian.

“Orang-orang ini dilindungi hukum selama bertahun-tahun, tetapi tidak ada seorangpun dalam dunia kontra terorisme yang memiliki keraguan atas pengaruh yang mereka miliki, kebencian yang telah mereka sebar dan orang-orang yang telah mereka dorong untuk bergabung dengan organisasi teroris, “kata Dean Haydon, kepala polisi Komando kontra terorisme London.

Jaksa mengatakan bahwa dalam berbagai postingan di media sosial, Choudary dan rekan dekatnya Mizanur Rahman, 33, telah bersumpah setia pada “khalifah” yang telah dideklarasikan oleh Abu Bakar al-Baghdadi dan berkata Muslim memiliki kewajiban untuk mematuhi atau memberikan dukungan kepadanya (Al-Baghdadi).

Choudary dan rekannya, yang sebelumnya membantah tuduhan terorisme dan menyatakan bahwa kasus itu bermotif politik, dinyatakan bersalah bulan lalu tetapi hal ini tidak bisa dilaporkan sampai Selasa (16/08) kemarin karena alasan hukum. Mereka dijadwalkan akan dihukum pada bulan September dan bisa menghadapi hukuman penjara masing-masing hingga 10 tahun.

Choudary, mantan kepala organisasi yang kini terlarang di Inggris al-Muhajirun, dan juru bicara kelompok radikal Islam4UK, menjadi terkenal setelah ia memuji orang-orang yang bertanggung jawab atas serangan 9/11 di AS dan mengatakan bahwa ia ingin mengganti istana Buckingham menjadi masjid.

Meskipun komentar –komentarnya sering kontroversial dan penolakannya untuk mengutuk serangan-serangan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok “jihad” seperti pemboman London 2005, Choudary selalu membantah terlibat dalam aktivitas militan dan tidak pernah didakwa sebelumnya dengan pelanggaran terorisme.(Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment